Pemerintah China Ingatkan Dunia bahwa Organisasi TerorisBakal Mucul lagi

Dunia

Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:04 WIB

190821130806-pemer.jpg

UTUSAN pemerintah China di Suriah Xie Xiaoyan kemarin mengatakan, kelompok "organisasi teroris" termasuk ISIS dikabarkan sedang dihidupkan kembali di negara yang dilanda perang. Xie juga mendesak masyarakat internasional untuk tidak mengabaikan tanda "peringatan dini" ini.

Xie menyampaikan pernyataan itu setelah bertemu Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir O. Pedersen di Jenewa, Swiss, seperti dikutip laman Al Arabiya, Rabu (21/8/2019).

"Sekarang ada bahaya organisasi teroris seperti ISIS dihidupkan kembali," kata Xie kepada wartawan. "Komunitas internasional harus memperhatikan."

Pada 2014 ISIS menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak kemudian mendeklarasikan "kekhalifahan" di sana, tetapi kedua negara tersebut berhasil dan merebut kembali wilayah mereka.

Kunjungan Xie di Jenewa guna membahas kemungkinan serangan besar oleh pasukan Presiden Basyar al-Assad di Idlib, daerah yang masih dikuasai para jihadis di barat laut yang merupakan kubu oposisi utama terakhir di Suriah.

PBB telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Idlib akan memicu bencana kemanusiaan.

Idlib belakangan ini dikenal sebagai wilayah yang menerima anggota militan yang melarikan diri dari serangan pasukan Assad dan mereka kini berjumlah ratusan ribu.

Kini mereka tidak mempunyai tujuan lain jika serangan penuh pada Idlib terjadi.

Ketika ditanya tentang posisi Beijing pada calon penyerangan dan kejatuhan kemanusiaan, Xie menggambarkan ini sebagai masalah yang rumit.

"Kita semua tahu bahwa ini adalah benteng terakhir dari beberapa organisasi teroris ... jadi ini adalah masalah yang perlu ditangani," katanya.

"Pertarungan melawan terorisme belum selesai."

Sejak Januari, Idlib dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham, kelompok militan yang dipimpin oleh para ekstremis dari bekas cabang Al Qaidah di Suriah.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA