Denmark Tolak Lepaskan Greenland untuk Amerika, Trump Mendadak Batalkan Kunjungan

Dunia

Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:37 WIB

190821121710-denma.jpg

dailymail

Dianggap sebagai wacana, Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini memastikan keseriusan niatnya membeli Greenand. Pulau terbesar di dunia yang berada di kawasan Arktik tersebut merupakan wilayah otonom milik Denmark.

Melalui postingan di akun Twitter miliknya, Trump membatalkan kunjungan ke Denmark yang sedianya dilakukan dua minggu mendatang. Alasannya seperti yang dicuitkan dalam dua postingan karena Denmark melalui Perdana Menteri  Mette Frederiksen menyebut niat Amerika tersebut sebagai sesuatu yang absurd.

Trump vs Frederiksen.

Delayed.

Dikonfirmasi mengenai bocornya niat membeli Greenland, dua hari lalu Trump membenarkan namun memastikan pembelian Greenland bukan prioritas pemerintahan saat ini. Dan konfirmasi tersebut sepertinya dimentahkan oleh cuitan terakhirnya yang langsung menuai komentar.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (21/8/2019)  Trump sedianya melakukan kunjungan kenegaraan ke Kopenhagen atas undangan Ratu Denmark Margrethe II pada 2 dan 3 September mendatang. Sempat disebut bukan untuk membahas Greenland, pembatalan hari ini membuat publik meragukannya.

"Denmark negara yang istimewa begitu pun rakyatnya namun dari komentar Perdana Menteri  Mette Frederiksen bahwa pihaknya tidak tertarik mendiskusikan pembelian Greenland, kami  menunda kunjungan yang dijadwalkan dua minggu mendatang untuk waktu yang lain...”demikian salah satu cuitan Trump.

Sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Frederiksen: Not for sale.

Masuk dalam agenda kunjungan yang kini batal tersebut, pertemuan dengan Perdana Menteri Greenland Kim Kielsen dan pejabat Denmark lainnya. Awal bulan ini The Washington Post Journal menjadi yang pertama mengungkap keinginan Trump membeli Greenland dengan sejumlah alasan.

Di antaranya  posisinya sebagai salah satu pangkalan militer AS di kawasan utara. Pembelian Greenland juga dianggap strategis untuk alasan sumber daya alam selain fakta  militer AS telah beroperasi selama beberapa dekade di Pangkalan Udara Thule Greenland yang berada di antara samudera Atlantik dan Arktik.

Markas militer ini bagian dari jaringan global radar militer dan sensor lainnya yang berfungsi memberikan peringatan rudal balistik sekaligus pengawasan ruang angkasa. Kabar jika Denmark menghadapi konsekuensi finansial tak sedikit guna membiayai Greenland juga dinilai Trump sebagai alasan yang “pantas” bagi negara Skandinavia tersebut untuk melepas kawasan yang kaya mineral tersebut.

The comments.

Meski demikian Frederiksen berkali-kali menegaskan jika Greenland yang dihuni 56.000 juga tidak untuk dijual. “Greenland tidak untuk dijual dan gagasan Presiden Donald Trump untuk membeli wilayah  semi-otonom Denmark di Kutub Utara ini merupakan topik diskusi yang tidak masuk akal," ujar Frederiksen. “Greenland bukan Denmark. Greenland adalah Greenland. Saya  berharap gagasan ini bukan sesesuatu yang serius,” tambahnya.

Pemerintahan Greenland juga menolak gagasan pembelian AS tersebut seperi yang diungkapkan Menteri Luar Negeri Ane Lone Bagger pada Reuters. “Greenland kaya akan sumber daya berharga seperti mineral, air, es paling murni, stok ikan, makanan laut, energi terbarukan dan merupakan perbatasan baru untuk wisata petualangan. Kami terbuka untuk bisnis, bukan untuk dijual.”

Mengapa Trump mengincar  Greenland?

Memiliki luas 811.000 mil persegi atau seukuran Eropa Barat dan pulau terbesar di dunia, Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang berada  di antara Atlantik Utara dan Samudra Arktik dengan sumber daya alam  signifikan dan signifikansi geopolitik.

AS selama ini memiliki pangkalan udara di Greenland yaitu Pangkalan Udara Thule yang merupakan pangkalan paling utara Amerika. Selama Perang Dingin, Thule menjadi fasilitas penting karena lokasinya di seberang kutub dari Uni Soviet.

Greenland juga diyakini  ahli geologi memiliki beberapa sumber minyak yang tersisa terbesar di dunia. Cina yang melihat sumber daya ini kabarnya juga  berupaya membangun pijakan ekonomi di kawasan ini dengan membiayai tiga bandara. Dan tahun lalu Pentagon berhasil memblokir upaya Cina lainnya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA