Lindungi Pewaris Tahta, Jepang Tak Lagi Izinkan Pangeran Hisahito Terbang Bersama Ayahnya

Dunia

Jumat, 19 Juli 2019 | 15:15 WIB

190719150816-lindu.jpg

dailymail

Berkunjung ke Butan pertengahan Agustus mendatang, dua pangeran mahkota kekaisaran Jepang, Pangeran  Fumihito (53) dan anak laki-lakinya yang masih berusia 12 tahun Pangeran Hisahito   akan terbang dengan pesawat terpisah. Ini dilakukan   untuk memastikan  keduanya tidak akan terbunuh bersamaan jika sampai terjadi kecelakaan udara.

Fumihito dan Hisahito berada di urutan pertama dan kedua setelah Kaisar Naruhito yang naik tahta bulan Mei lalu. Jepang hanya mengizinkan pewaris pria sebagai kaisar dan Pangeran Hisahito sejauh ini satu-satunya cucu laki-laki mantan Kaisar Akihito.

Hisahito bersama orangtuanya, Pangeran Fumihito dan Putri Kiko.

Pangeran Hisahito.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyebut sebagai bagian dari perlindungan atas pewaris kekaisaran, Pangeran Fumihito dan Pangeran Hisahito hanya akan bepergian dengan pesawat terpisah. Meski demikian Hisahito akan ditemani sang ibu Putri Kiko.

Penerbangan terpisah dilakukan sejak dari Jepang. Yuji Otabe,  ahli sejarah kekaisaran dan profesor kehormatan Shizuoka University of Welfare kepada Japan Today mengatakan, "Kita harus menghindari risiko potensial  terkait ahli waris kekaisaran yang berada dalam pesawat yang sama."

Fumihito dalam sebuah kesempatan.

Kunjungan ke Bhutan ini  menjadi perjalanan ke luar negeri pertama  Pangeran Hisahito. Siswa SMP ini  akan menghabiskan 10 hari di sana. Keluarga kerajaan kedua negara selama ini menjalin persahabatan yang baik sejak hubungan diplomatik mulai dilakukan pada tahun 1986.

Sebelumnya Pangeran Hisahito menjadi berita setelah seorang penyusup  meninggalkan pisau di atas meja sekolahnya. Pelaku yang diketahui bernama Kaoru Hasegawa (56) mengaku masuk ke Sekolah Menengah Pertama Universitas Ochanomizu di Tokyo pada 26 April dengan menyamar sebagai pekerja pemeliharaan.

Putri Kiko mendampingi Pangeran Fumihito dalam kunjungan ke Skandinavia.

Kunjungan ke Bhutan sendiri dilakukan dua minggu setelah Putra Mahkota dan Putri Kiko memulai tur empat hari di Finlandia. Di sana, mereka mengunjungi studio desain kayu dan produsen furnitur Nikari di desa Fiskars di Raasepori.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA