Meghan Markle Bisa Dilarang Masuk Amerika Serikat

Dunia

Selasa, 16 Juli 2019 | 10:06 WIB

190716101040-megha.jpg

@ajplus

ISTRI Pangeran Harry, Meghan Markle terancam dilarang masuk ke Amerika Serikat. Itu bisa terjadi jika Meghan lebih memilih menjadi warga negara Inggris.

Pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah memperketat aturan soal wajib pajak yang berada di luar negeri. Berdasarkan undang-undang, seluruh warga negara AS harus membayar pajak, terlepas mereka tinggal sedang tinggal di AS ataupun tidak.

Baca Juga: Hadiri Premier "The Lion King", Meghan Markle dan Beyonce Bahas Anak

Nah, tak terkecuali Meghan Markle, istri Pangeran Harry dari Inggris. Meghan Markle diketahui saat ini punya dua kewarganegaraan, yakni Inggris dan Amerika Serikat.

Dikumpulkan detikcom dari beberapa sumber, Senin (15/7/2019), Meghan termasuk dalam wajib pajak yang diincar pemerintah AS. Salah satu cara untuk menghindari pajak adalah dengan melepaskan status kewarganegaraan AS milik Meghan.

Baca Juga: Temani Kate Middleton di Final Wimbledon, Meghan Markle Tebus Kesalahan

Namun solusi itu ternyata melahirkan masalah baru. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, melepaskan status kewarganegaraan seseorang bisa jadi alasan untuk menolak seorang mantan warga negara AS masuk kembali ke Amerika Serikat.

Sudah ada contoh nyata dari kebijakan ini, yaitu seorang politikus bernama Boris Johnson. Boris melepaskan status kewarganegaraan Amerika Serikat di tahun 2016, setelah ditagih pajak dalam jumlah besar untuk penjualan rumahnya di ibu kota London, Inggris.

Baca Juga: Dibilang Mirip, Ini Dia Model "Kembaran" Meghan Markle

Boris pun masuk dalam lebih dari seribu warga negara Amerika Serikat melepaskan status kewarganegaraannya dan mengalami susah masuk lagi ke AS.

Namun khusus Archie, putra Meghan Markle dan Pangeran Harry, yang juga berstatus dwi kewarganegaraan, kemungkinan akan diberikan pengecualian oleh pemerintah Amerika Serikat karena dia adalah anggota kerajaan Inggris.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA