Diungkap Media

290 Nyawa Melayang 500 Lainnya Terluka, Siapa Sosok di Balik Aksi Teror Paskah Sri Lanka?

Dunia

Selasa, 23 April 2019 | 13:30 WIB

190423125707-290-n.jpg

dailymail

Hingga kini pemerintah Sri Lanka belum memberikan rilis resmi mengenai otak dari serangkaian bom bunuh diri yang mengguncang hotel dan gereja hingga menelan lebih dari 290 korban jiwa, Minggu Paskah kemarin. Meski demikian media lokal mulai menyebut nama, salah satunya Zahran Hashim.

Dikutip dari DailyMail, Selasa (23/4/2019) Hashim yang dikenal aktif lewat postingan YouTube, diduga merupakan satu dari pelaku bom bunuh diri yang menargetkan Hotel Shangri La di ibu kota Kolombo. Indikator sebelumnya menunjukkan para pelaku yang juga melukai 500 orang warga  terinspirasi ISIS. Demikian pernyataan seorang pejabat AS kepada CNN.

Hashim juga diberitakan berencana menyerang Komisi Tinggi India di Kolombo pada 4 April lalu tetapi misinya gagal. Sumber-sumber intelijen kepada CNN-News18 mengatakan nama Hashim muncul setelah pejabat pemerintah menuding  National Thowheed Jamath (NTJ) berada di balik aksi bom bunuh diri.

Teror Paskah.

Zahran Hashim.

Salah satu kerusakan di gereja usai bom.

Sementara tidak ada kelompok yang mengakui pembantaian itu, juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne kemarin menyebut pihak berwenang percaya NTJ berada di balik pemboman. Kelompok teror itu diperkirakan telah berpisah dari organisasi Islamis lainnya di Asia Selatan, Sri Lanka Thowheed Jamath (SLTJ). SLTJ sendiri mengutuk serangan dan menyangkal afiliasi  dengan NTJ.

Sekretaris SLTJ, Abdul Razik beberapa kali ditangkap dengan tuduhan hasutan untuk  kerusuhan agama. Tahun 2016, pihak berwenang diperingatkan akan adanya aksi “mandi darah” oleh kepala kelompok Buddhis radikal BSS, Galagodaatte Gnanasara jika Razik tidak ditangkap.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka utama dalam ledakan yang menewaskan 39 turis asing dan melukai 28 lainnya, kelompok itu dikenal lebih dari sekadar pelaku perusakan patung Buddha. Tanda-tanda radikalisasi juga disebut telah berkembang sejak kelompok ini menghancurkan patung-patung Buddha di distrik Kegalle.

Ratusan terluka.

Lebih dari 200 jiwa melayang.

Aparat berjaga di luar gereja.

Pada Januari tahun ini, empat muslim radikal ditahan setelah pasukan keamanan Sri Lanka menemukan 100 kilogram bahan peledak  dan 100 detonator di dekat taman margasatwa. Pihak berwenang mengatakan 24 orang telah ditangkap atas pemboman Paskah. Kini  mereka berupaya mengungkap hubungan antara kelompok ini dengan para pendukung dari luar wilayah.

"Kami tidak yakin  organisasi kecil di negara ini dapat melakukan semua itu," ujar  Senaratne. Perwakilan kepresidenan Sri Lanka mengatakan  pihak intelijen telah melaporkan  ada kelompok teror internasional di belakang teroris lokal.

Soufan Center yang bermarkas di New York dan turut  memantau ancaman keamanan global mengatakan, pemboman Sri Lanka memiliki  semua ciri khas serangan  kelompok jihad Salafi, terutama kelompok-kelompok lokal yang menerima dukungan asing.

Ada peran asing?

Laporan yang dirilis Januari lalu menyebut  Al Qaeda dan ISIS  ingin merekrut pengikut di Asia Selatan dengan propaganda yang berfokus pada ketidakadilan terhadap muslim di Bangladesh, Myanmar, India, dan Sri Lanka.

Sementara itu juru bicara pemerintah mengatakan,  kepala polisi Pujuth Jayasundara harus mempertimbangkan pengunduran diri pasca-serangan menyusul kegagalannya antisipasi. Dua menteri pemerintah juga menyinggung kegagalan intelijen. Menteri Telekomunikasi Harin Fernando bahkan mencuitkan,  “Beberapa petugas intelijen mengetahui kejadian ini. Karena itu ada penundaan dalam tindakan. Tindakan serius perlu diambil mengapa peringatan ini diabaikan.

Cuitan Fernando itu disertai  dokumen-dokumen bertanggal 11 April dengan tulisan, INFORMASI SERANGAN. Dia mengatakan ayahnya telah mendengar tentang kemungkinan serangan dan memperingatkannya untuk tidak memasuki gereja-gereja populer.

Cuitan Menkom terkait peringatan akan serangan.

Sedangkan Mano Ganeshan, menteri integrasi nasional mengatakan, petugas keamanan di dalam kementeriannya telah diperingatkan oleh divisi mereka tentang kemungkinan dua bom bunuh diri yang menargetkan politisi. Pejabat gereja juga mengatakan beberapa orang diberitahu minggu lalu bahwa  kemungkinan akan terjadi serangan.

Teror Paskah ini menjadi kekerasan paling mematikan di Sri Lanka sejak perang saudara yang menghancurkan  negara kepulauan Asia Selatan itu  satu dekade lalu. Aksi ini dikutuk para pemimpin dunia mulai dari Perdana Menteri Inggris Theresa May hingga Presiden AS Donald Trump berjanji siap membantu.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR