Dilengkapi Enam Poseidon

Mampu Ratakan Kota dari Kedalaman, Rusia Luncurkan Kapal Selam Paling Mematikan Belgorod

Dunia

Senin, 22 April 2019 | 14:30 WIB

190422141912-dilen.jpg

dailymail

Dilengkapi senjata nuklir dan mampu menghancurkan kapal induk  bahkan meratakan satu kota, Vladimir Putin kembali merilis koleksi persenjataan militernya. Dinamai Belgorod, orang nomor satu Rusia itu turun langsung  memperkenalkan kapal selam terpanjang di dunia tersebut.

Tak hanya unggul dari ukuran dengan panjang 604 feet atau 211,5 meter, fasilitas senjata bawah laut ini diklaim sebagai salah satu yang paling mematikan. Dikutip dari DailyMail, diperkenalkan akhir minggu ini Belgorod dilengkapi enam torpedo yang masing-masing membawa hulu ledak nuklir berkekuatan dua megaton  (setara  dua juta ton TNT) atau lebih dari 130 kali kekuatan bom Hiroshima.

Torpedo Poseidon sudah lebih dulu diperkenalkan.

Poseidon impact.

Sejumlah pakar  khawatir jika sampai torpedo Poseidon atau Kanyon sepanjang 24 meter  yang diangkutnya diledakkan di bawah air maka bisa memicu tsunami radioaktif yang mengancam kota-kota pesisir dengan gelombang ketinggian hingga 300 kaki atau 91 meter.

Belgorod juga disebut menjadi ancaman bagi kapal induk baru Inggris HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, kapal perang terbesar yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya. Utamanya terkait pertahanan terhadap  torpedo nuklir yang memiliki kecepatan 70 knot dan jangkauan ribuan mil.

"Jammed-packed."

Menandai peluncurannya Belgorod mulai bergerak dari Severodvinsk di garis pantai Arktik Rusia. Selain torpedo nuklir, Belgorod membawa serta delapan kendaraan bawah laut tak berawak (UUV) yang dapat beroperasi di bawah gelombang untuk memetakan dasar laut menggunakan sistem pencitraan. Sistem  sonar yang dikenal sebagai pemindaian tepian ini juga dapat digunakan untuk menyabotase daya di bawah laut dan kabel internet.

Di bawah kapal selam raksasa bemuatan 25 orang ini  juga terdapat kapal selam mini 180 kaki atau 54 meter. Selain itu kapal yang dapat digunakan untuk penelitian, penyelamatan, dan operasi militer khusus ini juga “menakutkan” karena sang komandan tidak akan melapor pada petinggi angkatan laut melainkan langsung pada Putin. Ini menjadikan Belgorod lebih seperti badan intelijen laut dalam daripada kapal selam konvensional.

Komando langsung dari Putin.

Doktor Sidharth Kaushal dari Royal United Services Institute kepada The Mail, Minggu kemarin mengatakan pihaknya percaya armada UUVs bisa bernilai strategis bagi Putin. “Belgorod cukup besar untuk bertindak sebagai kapal induk bagi  sejumlah kapal kecil yang memiliki kemampuan menyelam dalam sekaligus merusak infrastruktur bawah laut.

Dengan kata lain Belgorod berfungsi untuk operasi sabotase dan klandestin. Torpedo nuklir Poseidonnya juga bisa menjadi cara efektif untuk menyerang kapal induk di masa perang.

“Belgorod bukan hanya bagian dari Angkatan Laut Rusia yang berarti tindakannya  tersembunyi namun agresif dan secara efektif dapat disangkal. Kapal selam ini  tampaknya dibuat untuk perang Pasukan Khusus yang tidak dapat diatribusikan dengan komandan yang menjawab langsung kepemimpinan (politik) dan melewati struktur komando angkatan laut Rusia,” papar Kaushal.

HMS Queen Elizabeth.

Belgorod beroperasi di Kutub Utara dan Atlantik Utara, kawasan di mana aktivitas kapal selam Rusia meningkat sepuluh kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Ada juga peningkatan besar dalam pergerakan Rusia  di perairan yang mendekati teritorial Inggris. Tahun 2010 Angkatan Laut Kerajaan Inggris menanggapi intrusi Rusia dan  tahun 2017 ada 33 insiden terpisah yang memerlukan respons baik dari pesawat maupun kapal selam Inggris.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR