Mahkota Duri, Prancis Pastikan Peninggalan Paling Suci Katedral Notre Dame Selamat

Dunia

Selasa, 16 April 2019 | 14:30 WIB

190416143034-diyak.jpg

dailymail

Petugas pemadam kebakaran, polisi, dan petugas gereja mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan artefak sejarah yang tak ternilai dan peninggalan suci umat Katolik  dari amuk api yang melalap Notre Dame de Paris, Senin malam waktu setempat. 

Wali Kota Paris melalui Twitter mengapresiasi para responden pertama yang  membentuk rantai manusia untuk menyelamatkan benda-benda tak ternilai dari dalam katedral berusia 850 tahun itu, termasuk relik yang diyakini umat Katolik sebagai mahkota duri yang diletakkan di kepala Yesus Kristus di tiang salib.

Mahkota Duri.

Disimpan dalam kaca khusus.

Most precious.

Dikenakan Yesus di tiang salib.

Wali Kota Anne Hidalgo mengatakan, “Mahkota Duri (The Crown of Thorns), tunik Saint Louis dan beberapa karya besar lainnya sekarang berada di tempat yang aman.” Hal serupa dipastikan Pastor Fournier, Pendeta Pemadam Kebakaran Paris. Ia menyebut Sakramen Mahakudus (Blessed Sacrament ) dan Mahkota Duri berhasil diamankan. 

Dikutip dari Dailymail, Selasa (16/4/2019) warga Paris bertepuk tangan dan menyemangati kru penyelamat yang masih lalu lalang  di jalanan pada dini hari. Selain karya seni dan peninggalan keagamaan termasuk Mahkota Duri, bagian Salib Sejati (True Cross) di mana Yesus wafat serta paku dari penyaliban juga sudah diamankan.  

Rose Window.

Peninggalan tersebut diperoleh dari Kekaisaran Bizantium pada tahun 1238 atau 781 tahun lalu dan dibawa ke Paris oleh Raja Louis IX. Mahkota Duri selama ini disimpan di ujung tengah katedral dan tidak mudah terlihat oleh pengunjung. Mahkota ini terbungkus dalam wadah emas dan kaca hiasan dan hanya dibawa keluar pada hari Jumat selama Prapaskah dan  Jumat Agung. 

Sementara keaslian peninggalan suci ini belum disertifikasi, para sejarawan menyebut Mahkota Duri ada sejak penyaliban Yesus. Relik tersebut awalnya berasal dari Yerusalem dan ditempatkan dengan hati-hati di Sainte-Chappelle terdekat,  kapel yang dibangun pada abad ke-13 khusus untuk mahkota.

Patung St. Peter.

Notre Dame juga merupakan rumah bagi lukisan-lukisan tak ternilai yang berasal dari tahun 1600-an, termasuk seri yang dikenal sebagai Petits Mays, yang diserahkan pada  katedral setahun sekali mulai dari tahun 1630 hingga 1707. Dari segi arsitektur jendela kaca South Rose yang menakjubkan di dalam katedral menjadi peninggalan tak ternilai lainnya. 

Disebut sebagai  hadiah dari Raja St. Louis IX, jendela berseni rumit ini dibuat pada 1260 dan didedikasikan untuk Perjanjian Baru. Jendela berukuran raksasa ini sempat dipindahkan  dari fasad Notre Dame selama Perang Dunia II karena dikhawatirkan menjadi sasaran Jerman.  Jendela mawar juga termasuk salah satu mahakarya agung umat kristiani. 

Emmanuel Bell.

Salah satu bagian patung St. Andre.

Notre Dame juga  rumah bagi organ paling terkenal di dunia yang memiliki  8.000 pipa. Organ pertama katedral dipasang pada 1403 oleh Friedrich Schambantz dan digantikan 300 tahun kemudian pada 1738 oleh François Thierry. Renovasi dilakukan setiap 300 tahun hingga saat ini. 

Relik religius lainnya  mulai dari cawan komuni sampai botol darah suci  disimpan di Ruang Harta Karun kecil yang bisa dikunjungi umum. Di Mausoleum Claude-Henry d'Harcourt misalnya  pengunjung dapat mengagumi patung marmer putih dari tahun 1776. Di area  kudus ada pula patung Madonna and Child   salah satu dari 37 representasi Perawan Maria di Katedral dari abad ke-14.

Tak hanya karya seni di dalam katedral, patung-patung di bagian luar pun turut diselamatkan.

Sedangkan dinding barat kapel Saint-Guillaume menjadi titik di mana lukisan terbaik  katedral, karya agung abad ke-18,  Visitasi berada. Karya tersebut  dibuat pada 1716 oleh John Jouvenet. Dan yang juga tak ternilai adalah rangkaian lukisan Mays' Notre-Dame de Paris. Lukisan besar yang diserahkan ke katedral  hampir setiap tahun dari  1630 hingga 1707. Lukisan-lukisan yang menakjubkan ini semuanya dibuat untuk menghormati Bunda Maria. Dengan daftar yang masih banyak lagi takl mengherankan jika warga dibuat cemas.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR