Dibangun 85 Tahun Runtuh dalam 63 Menit, Warisan 850 Tahun The Forest di Balik Amuk Api Notre Dame

Dunia

Selasa, 16 April 2019 | 12:56 WIB

190416125431-diban.jpg

dailymail

Faktor arsitektural yang selama ini dianggap sebagai prestasi kini disebut menjadi salah satu pemicu masifnya kebakaran yang melalap Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, Selasa (16/4/2019). Tepatnya “belantara konstruksi” yang terdiri atas rangka kayu di sejumlah bagian yang  dijuluki The Forest.

Dikutip dari DailyMail,kebakaran terjadi di katedral abad ke-12 tersebut sekitar pukul 6 sore atau Senin waktu setempat dan dengan cepat menelan seluruh interior kayu. Tak lama publik disuguhi pemandangan yang membuat para pencinta seni tak bisa menahan tangis, runtuhnya menara ikonik tidak lama setelah kobaran api dimulai.

Warisan ratusan tahun.

Terdiri atas rangka kayu.

Api melalap menara.

Terakhir para pejabat menyebut The Forest  hancur total. Seluruh kerangka bangunan berusia 850 tahun ini terbuat dari kayu dengan sekitar 1.300 pohon digunakan untuk pembangunan baloknya. Dan berakhir puka kisah belantara kayu ratusan tahun Notre Dame.

"Semuanya terbakar, tidak ada yang tersisa dari bingkai kayu di sana," ujar juru bicara Notre Dame, Andre Finot kepada media Prancis seperti dikutip  Associated Press. Menurut situs web resmi Katedral Notre Dame, rangka dimaksud total meliputi 52 hektare kayu. Balok kayu ini membentuk seluruh kerangka interior dan berfungsi sebagai fondasi untuk atap setinggi 115 kaki atau 35 meter.

Kaca patri epik di dalam katedral.

Belantara kayu.

Para pejabat setempat mengatakan tidak ada yang tersisa dari atap dan mereka bersiap menghadapi kenyataan jika seluruh kerangka The Forest tak tersisa. "Masuk akal karena sangat mudah terbakar," kata kontributor Notre Dame, Daniel Christian.

Fondasi kayu Notre Dame telah menjadi bahasan selama beberapa waktu dan proyek renovasi senilai $ 6,8 juta atau Rp 95 miliar tengah dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah di gedung bersejarah tersebut. Patung-patung yang menghadap  katedral  minggu lalu dipindahkan jelang pengerjaan menara  yang berdiri lebih dari 90 meter di atas tanah. Beberapa bagian juga secara resmi telah ditutup selama lebih dari satu tahun.

Rangka dibuat menjulang.

Fokus pada menara, menara pula yang dilalap api.

Pembangunan Katedral Notre Dame dimulai sekitar tahun 1160 M dan berakhir  tahun 1245 ketika ruangan utama selesai dibangun. Ada beberapa gelombang konstruksi yang kemudian menjadikannya monumen bersejarah yang penting dan artistik. Demikian ditulis sejarawan Caroline Bruzelius dalam  makalah tahun 1987 dan  di bidang arsitektur Notre Dame meredefinisi genre Gothic.

"Notre Dame dibangun dengan lebih tinggi, lebih panjang, dan lebih luas daripada gereja Gotik mana pun sebelumnya. Notre Dame menggabungkan banyak kemajuan teknis dan struktural. Di sini  kita menemukan contoh paling awal dari gigantisme yang menjadi karakteristik arsitektur Gotik pada generasi katedral berikutnya.”

Di awal pembangunan.

Dibangun empat lantai dengan oculi di lantai tiga menjadi keunikan desainnya. Selain itu, penopang  di bagian tengah Notre Dame juga  dianggap sebagai yang pertama dalam arsitektur Gotik, hasil pemanfaatan konstruksi dinding tipis yang memerlukan dukungan eksterior tambahan.

Setelah batu fondasi diletakkan pada tahun 1163 oleh Paus Alexander III, berikutnya pembangunan altar tinggi, panggung paduan suara, fasad barat, dan nave. Semua diselesaikan tahun 1250. Pekerjaan dilanjutkan di bagian katedral untuk 100 tahun ke depan hingga memiliki teras, kapel, dan fitur-fitur lainnya.

Di antaranya penopang atau balok melengkung  tinggi  yang pada awalnya bukan bagian dari desain. Selama berabad-abad katedral ini  beberapa kali mengalami kerusakan parah, terutama  abad ke-16 ketika Huguenot dan raja Prancis memicu kerusakan dan mengubah banyak konstruksi katedral.

Banyak fitur di bagian luar katedral ditiadakan karena dianggap berhala. Makam dan jendela kaca patri pun dihancurkan atas nama modernisasi. Berikutnya katedral diubah menjadi gudang penyimpanan makanan selama Revolusi Perancis dan banyak patung Notre Dame dipindahkan.

Denah ruang dalam katedral.

Upaya restorasi pertama dimulai antara tahun 1845 dan 1870 ketika banyak kerusakan diperbaiki dan fitur baru ditambahkan. Restorasi modern sendiri dilakukan sejak awal 1990-an untuk memperbaiki fasad dan patung. Sementara upaya terbaru bertujuan untuk berfokus pada menara. Fitur yang kini hancur oleh kobaran api yang melalap konstruksi intinya.

 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR