Disiarkan Secara Nasional

Azan Menggema di Seantero New Zealand, Uskup Gereja Radikal Lancarkan Protes

Dunia

Jumat, 22 Maret 2019 | 12:35 WIB

190322121034-azan-.jpg

dailymail

Di tengah aksi damai solidaritas korban tragedi Christchurch yang dipimpin Perdana Menteri Jacinda Ardern,  kepala sebuah gereja Kristen radikal menyerukan boikot dua menit doa bersama yang digelar warga New Zealand hari ini. Even nasional digelar di taman tak jauh dari Masjid Al Noor di mana puluhan jemaah tewas dalam pembantaian yang dilakukan Brenton Tarrant saat salat Jumat minggu lalu.

Dikutip dari DailyMail, Jumat (22/3/2019) kepala Gereja Destiny Uskup Brian Tamaki terutama menolak azan yang disiarkan secara nasional. Menurutnya umat Kristen tak bisa menerima panggilan salat umat muslim yang menyatakan Allah adalah satu-satunya Tuhan. Menurutnya siaran nasional azan itu sama saja mengubah New Zealand menjadi negara muslim.

Seruan diposting di Twitter.

Uskup Brian Tamaki.

Selain azan, acara doa bersama turut  disiarkan secara nasional di TVNZ dan Radio NZ.on  sebelum pukul 13,32 waktu setempat diikuti  dua menit keheningan. "Pada hari Jumat ... setidaknya untuk sesaat, NZ akan menjadi negara muslim ... Dua menit keheningan tidak apa-apa, tetapi seruan azan ikut disiarkan?" Demikian postingan Tamaki di akun media sosial miliknya.

“Azan berisi pernyataan... tidak ada Tuhan selain Allah. Ya, aku  tidak setuju... Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan yang Benar... Ini Bukan KITA!” Termasuk dalam seruan azan yang ditolak Tamaki yaitu Allahu Akbar dan La ilaha illa Allah.

Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Panggilan salat Jumat yang  diikuti  dua menit doa dalam keheningan ini  menandai satu minggu sejak 51 orang terbunuh dan 50 lainnya terluka dalam penembakan massal di Christchurch. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan upacara peringatan  kemungkinan juga akan kembali diadakan minggu depan.

Uskup Tamaki, yang gerejanya mulai diluncurkan di sebuah gudang pada tahun 1998 dan dikenal memiliki pandangan garis keras terkait  homoseksualitas, menolak azan dalam bentuk apa pun.

"Jacinda Ardern telah menyalahgunakan Surat Keputusan Perdana Menteri untuk mengizinkan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang diserukan dalam azan. Ini menyinggung semua umat Kristen  di Aotearoa .. Identitas Nasional kita dipertaruhkan," katanya. 

Menanggapi protes Tamaki, sejumlah netizen pun berkomentar. Mereka di  antaranya mempertanyakan apakah Tamaki benar-benar memahami istilah Allah dan mengecamnya tidak menghormati keyakinan umat muslim yang tengah berduka.

“Aku cukup yakin  Alkitab menyetakan  ada banyak nama untuk Tuhan. Yahweh adalah satu. Allah adalah yang lain. Masih banyak lagi!.” "Gosh, kalau begitu, sepertinya pendapat Anda benar-benar tidak penting bagi kita semua..", “Bukankah Yesus berkata aku punya domba yang bukan dari kawanan ini? Yohanes 10:16.” Demikian di antara komentar yang bermunculan.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR