Sedikitnya 40 Orang Tewas, Warganya Tembaki Jemaah Masjid di New Zealand PM Australia Ngeri

Dunia

Jumat, 15 Maret 2019 | 12:20 WIB

190315122031-puluh.jpg

dailymail

Aksi warga Australia berusia 28 tahun yang memberondong masjid di Selandia Baru dan menembaki jemaah yang tengah menunaikan ibadah membuat perdana menteri Negeri Kanguru mengaku "ngeri". Dikutip dari DailyMail, Jumat (15/3/2019) pelaku menembaki jemaah tanpa pandang bulu termasuk anak-anak dan menewaskan sedikitnya 40 orang.

Saksi mata mengaku  mendengar 50 tembakan termasuk tembakan senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor Christchurch pukul 13.30 (11.30 pagi waktu AEDT). Pria bersenjata yang melalui akun Twitter mengidentifikasi dirinya sebagai Brenton Tarrant dari Grafton, New South Wales itu juga  menyiarkan langsung penembakan massal yang dilakukannya melalui streaming FaceBook.

Dari video yang kemudian beredar terlihat pelaku melepaskan tembakan pada  puluhan orang yang mencoba melarikan diri. Empat orang ditahan, termasuk tiga pria dan satu wanita. Salah satunya ditangkap saat mengenakan rompi bunuh diri.

Aksi pelaku penembakan yang memosting manifesto setebal 87 halaman via Twitter sebelum pembunuhan menandakan aksinya tersebut merupakan "serangan teror". Warga juga dilaporkan mendengar tembakan lain di Masjid Linwood di dekat lokasi pertama.

Ada juga penembakan di luar Rumah Sakit Christchurch dan beberapa bom ditemukan telah dilekatkan pada tiga mobil di dekat masjid. Polisi memerintahkan warga untuk tetap di rumah dan melaporkan perilaku mencurigakan pada aparat.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan korban yang dirawat berasal dari penembakan di dua masjid dan di Rumah Sakit Christchurch. “Ini benar-benar tragis. Begitu banyak orang yang terdampak. Kami belum tahu identitas mereka yang  meninggal karena tempat-tempat itu terkunci,”  katanya.

Dia juga mendesak umat Islam di Selandia Baru untuk tidak pergi ke masjid pada hari Jumat ini. Sementara itu Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan serangan ini menjadi salah satu hari paling kelam  di Selandia Baru. Ia juga mengutuk aksi teror ini.

“Orang-orang yang menjadi sasaran serangan hari ini adalah warga Selandia Baru, rumah mereka. Mereka seharusnya aman di sini. Dan siapa pun  yang melanggengkan tindakan kekerasan seperti ini  tidak memiliki tempat di masyarakat Selandia Baru,” tegasnya.

"Banyak dari mereka yang terkena dampak merupakan warga komunitas migran.  Dan Selandia Baru rumah mereka, mereka adalah kita," lanjutnya melalui Twitter. Sedangkan menyusul teror ini Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengaku “ngeri”. "Semua masih berlangsung tetapi doa kami bersama warga Selandia Baru," katanya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR