Pelaku Siarkan Langsung Aksinya, Puluhan Jemaah Masjid New Zealand Diberondong Tembakan

Dunia

Jumat, 15 Maret 2019 | 11:06 WIB

190315115548-pelak.jpg

dailymail

New Zealand diguncang aksi penembakan massal yang dilakukan pelaku di dua masjid, salah satunya masjid Al Noor di Christchurch, Linwood,  Jumat (15/3/2019). Dikutip dari news.com.au, pelaku memberondong puluhan jemaah dan menyiarkan langsung aksinya melalui streaming online via Facebook.  Hingga kini aparat yang  menangani belum merilis detail mengenai jumlah korban maupun identitas pelaku.

Polisi mengatakan satu orang ditahan dan belum dapat dipastikan apakah ada yang lainnya yang ikut terlibat. Komisioner polisi setempat Mike Bush  memperingatkan warga Christchurch untuk tidak keluar rumah dan mengimbau  siapa pun untuk tidak pergi ke masjid hari ini.

"Ini  akan menjadi salah satu hari paling kelam  di Selandia Baru," ujar Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam konferensi pers setelah penembakan. Radio nasional melaporkan penembakan dilakukan di  masjid dekat Hagley Park dan masjid kedua di Linwood Avenue, keduanya masih di kawasan Christchurch.

Salah satu cuplikan adegan dari klip yang diklaim sebagai aksi pelaku menerobos masjid.

Situs web Stuff menyebut  polisi melakukan sterilisasi sekitar Cathedral Square  dan menutup semua sekolah di Christchurch. Hingga kini rincian penembakan  masih belum jelas, namun seorang saksi  bernama Mohammad Isam yang juga jurnalis Bangladesh memposting video anggota tim kriket nasional Bangladesh yang  lolos dari serangan.

Diperkirakan  belasan jemaah Al Noor Mosque tewas di tempat. Selain menyiarkan langsung penembakan yang dilakukannya, pelaku juga menulis 37 lembar manifesto berisi motivasi dari aksinya. Menyusul insiden maut tersebut aparat bersenjata diturunkan di masjid lainnya di  Linwood. Sementara Rumah Sakit Christchurch dinyatakan dalam pengamanan maksimal.

Laporan media setempat menyebut sejumlah jemaah tewas dan sedikitnya 50 korban lainnya luka-luka. Dari  video hasil streaming pelaku via Facebook terlihat seorang pria bersarung tangan cokelat berkendara menuju masjid dengan kamera khusus dikenakan di bagian kepala.

Polisi diturunkan ke lokasi. net.

Berikutnya pelaku memarkir mobil di sudut masjid dan membuka bagasi yang memperlihatkan dua senapan hitam bertulisan putih, juga tempat bensin dan tas  bertuliskan “PROUDLY KIWI AS”. Kiwi merupakan sebutan untuk warga Selandia Baru. Adegan berikutnya ia  berjalan melewati gerbang depan masjid dan  menembaki satu orang. Berikutnya menerobos pintu, ia memberondong siapa pun yang dilihatnya tanpa pandang bulu.

Pelaku jugabeberapa kali  mengisi ulang senapan berjalan masuk dan keluar dari sejumlah ruangan untuk memastikan semua korban tewas. Pelaku  meninggalkan masjid setelah beberapa menit dan berjalan kembali keluar dari gerbang depan di mana dia kembali melakukan tembakan ke arah atas dan  bawah jalan.

Sementara itu, seorang saksi mata kepada Stuff NZ mengaku melihat setidaknya empat orang tergeletak di masjid dan "darah di mana-mana". Saksi mata lainnya mengklaim melihat pria dengan helm dan kacamata dengan jaket ala  militer memasuki masjid dan melepaskan tembakan. Disebutkan ada dua insiden penembakan,   yaitu di Deans Ave dan Linwood Ave.

Seorang pria di masjid Linwood Ave mengatakan kepada Radio NZ ada 110 orang di sana saat kejadian dan 13 orang terluka. "Kita semua mencari perlindungan," katanya. “Ketika kami tidak mendengar lagi tembakan, kami bangkit. Beberapa orang berlari keluar dan kembali dengan  darah. Lima menit setelah itu polisi datang dan mengantar kami keluar. Aku belum pernah melihat yang seperti ini. Ini tidak benar,” ungkapnya.

Warga diminta tidak keluar rumah.

Selain itu laporan lainnya menyebut ada sekitar 300 orang  di dalam Masjid Hagley Park yang bersiap untuk salat ketika penembakan terjadi. Saat ini polisi Selandia Baru mendesak siapa pun di Christchurch untuk tetap berada di rumah dan melaporkan perilaku mencurigakan pada aparat. Sedangkan Perdana Menteri Jacinda Ardern membatalkan semua agendanya hari ini dan fokus pada penembakan massal ini.  

Penembakan  juga terjadi sehari setelah menteri perubahan iklim James Shaw  melapor pada kepolisian. Ia mengaku  dipukuli di jalanan ibu kota  Wellington. Laporan juga penembakan terjadi   ketika para demonstran  berkumpul di Christchurch dan kota-kota di seluruh dunia terkait perubahan iklim. Christchurch yang didiami 388.000 penduduk merupakan kota terbesar di Pulau Selatan Selandia Baru.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR