Pengirim Masih Misterius, Aparat Amerika Gagalkan Pengiriman 1 Ton Kokain Bernilai 1 Triliun

Dunia

Selasa, 12 Maret 2019 | 16:00 WIB

190312155339-pengi.jpg

dailymail

Lebih dari satu ton kokain dengan nilai $ 77 juta atau tak kurang dari Rp 1 triliun  disita di New York. Kokain tersebut disiapkan untuk pengiriman ke Rotterdam dan London. Ini menjadi  temuan narkoba internasional terbesar dalam 25 tahun. Obat terlarang tadi disita di Port New York/Newark pada 28 Februari lalu.

Dikutip dari DailyMail, Selasa (12/3/2019) badan intelijen Inggris turut  memberi informasi pada otoritas AS yang mengarah pada temuan tersebut. Kokain ditemukan dalam kontainer saat penyisiran rutin kapal. Kapal yang digunakan  berasal dari Puerto Buenaventura Kolombia. Kokain dipecah dalam ratusan  paket. Semua diangkut terlebih dulu ke Rotterdam  Belanda sebelum mencapai tujuan akhir, London, Inggris.

Pecahkan rekor dalam 25 tahun terakhir.

Temuan berawal saat seorang agen melihat segel paket yang  dirusak. Juru bicara DOJ kepada DailyMail.com, Senin kemarin menyebut pihaknya melakukan pemindaian dan ditemukan 60 tas goni yang disembunyikan di antara peti  buah kering yang dibajak para penyelundup. Setiap karung goni berisi antara 20 -  25 kilogram kokain.

Masih belum jelas siapa yang berada di belakang satu ton narkoba ini, juga  apakah ini merupakan rute baru.  Umumnya narkoba dikirim ke Eropa dari Amerika Selatan melalui Karibia. Tidak jelas apakah semua isi kontainer akan diturunkan  di London atau  ada drop-off di sepanjang perjalanan. 

Diperkirakan bertujuan Belanda dan Inggris.

Langsung dibongkar.

“Mereka akan membawanya ke suatu tempat. Di mana, kami belum tahu," ujar  agen khusus Erin Mulvey kepada DailyMail.com. Temuan ini disambut aparat Inggris dan Amerika.

Kokain yang menjadi musuh lama New York pada ‘90-an kembali menggeliat seiring  basis pelanggan  baru yang muncul dari para pengguna yang mencampur kokain dan fentanyl. "Penyitaan yang memecahkan rekor ini menunjukkan ancaman baru sekaligus  upaya kolaboratif penegak hukum dalam menyita obat-obatan terlarang sebelum sampai pada  pengguna," kata agen khusus DEA Ray Donovan.

The route.

Dave Hucker, kepala operasi regional NCA mengatakan, "Ini penyitaan internasional  signifikan yang dimungkinkan oleh kemitraan kami dengan penegak hukum di AS. Menghentikan  kokain sebanyak ini dari peredaran akan menjadi pukulan  besar bagi kejahatan terorganisasi dari kelompok yang terlibat.”

Ia yakin meski dikirim dari Atlantik, sebagian obat  akan berakhir di jalanan Inggris. “Kami tahu ada hubungan langsung antara distribusi narkoba dan kekerasan di jalan, intimidasi dan eksploitasi di kota-kota di Inggris,” lanjutnya. 

Keberhasilan bersama.

Laporan tahun 2018, Pusat Pengawasan Obat-obatan dan Narkoba Eropa mencatat  peningkatan produksi kokain di Amerika Selatan berdampak langsung pada Eropa. Di masa lalu, Spanyol menjadi  negara Eropa dengan jumlah kokain sitaan terbesar. Secara historis, sebagian besar kokain  memasuki Eropa melalui semenanjung Iberia.

“Ini menunjukkan  semakin banyak kokain yang kini  diperdagangkan ke Eropa melalui pelabuhan peti kemas besar. Patut diperhatikan juga tahun 2016  Belgia melampaui Spanyol sebagai negara dengan jumlah kokain sitaan terbesar," katanya. Sedangkan detail temuan terbaru masih dalam penyelidikan.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR