Ratusan Orang Kelaparan Gara-gara Kemarau

Dunia

Sabtu, 23 Februari 2019 | 21:35 WIB

190223213650-ratus.jpg

faktualnews

Ilustrasi.

KEKURANGAN hujan yang parah di Somaliland, wilayah yang memproklamasikan diri secara sepihak sebagai negara di Somalia, telah mengakibatkan kemarau sehingga ribuan orang tak memiliki makanan, kata Dewan Pengungsi Norwegia pada Jumat (22/2/2019).

Kelompok yang berpusat di Oslo tersebut mengatakan, di dalam satu pernyataan bahwa ada keperluan mendesak untuk bantuan kemanusiaan di wilayah itu.

"Ribuan orang, terutama perempuan dan anak kecil, yang sudah menghadapi kondisi rawan pangan sekarang khawatir terhadap kondisi yang paling buruk, sebab sedikit bahkan tak ada hujan yang diperkirakan turun dalam dua bulan ke depan," Victor Moses, Direktur kelompok tersebut di Nigeria.

Konflik yang terus berkecamuk di wilayah itu memperparah krisis pangan dengan membuat orang meninggalkan rumah mereka sehingga meningkatkan ketergantuan manusia pada bantuan kemanusiaan, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (23/2/2019) malam.

Pada Januari, lembaga bantuan dan Pemerintah Somalia mengajukan permohonan bantuan kemanusiaan bernilai 1,08 miliar dolar AS untuk menyelenggarakan operasi bantuan buat warga di wilayah tersebut.

Lebih dari 385.000 orang menghadapi kondisi rawan pangan akut di Somalia, kata Peter de Clerq, Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Somalia, dalam satu taklimat di Ibu Kota Kenya, Nairobi.

Yang paling terpengaruh adalah bagian utara Somalia, tempat kemarau parah telah diperparah oleh kondisi cuaca El Nino di Afrika Timur.

"Kami telah mencapai titik kritis di Puntland dan Somaliland. Tindakan mendesak diperlukan sekarang juga. Jika tidak, ada ancaman memburuknya situasi dengan cepat dan mendalam, sementara kemarau mungkin bertambah parah dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat sudah kehilangan sarana mereka untuk bertahan hidup," kata Peter de Clercq pada Kamis lalu.

"Saatnya untuk memberi dana adalah sekarang agar (kita) bisa mundur dari tebing jurang, menghindari krisis yang lebih besar dan mengubah hilangnya nyawa serta menyelamatkan nyawa manusia," tambah de Clercq.

Rencana Reaksi Kemanusiaan PBB (HRP) pada awal tahun ini telah meminta 885 juta dolar AS untuk membantu penanganan masalah rawan pangan di Somalia.

PBB menyatakan dari 885 juta dolar AS yang diminta, hanya 11 persen yang telah diterima setakat ini, yaitu sebanyak 97 juta dolar AS.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR