Gelontorkan Ratusan Triliun, Pakistan Hadiahi Pangeran Mahkota Saudi Senapan Mesin Berlapis Emas

Dunia

Rabu, 20 Februari 2019 | 13:45 WIB

190220134544-dikaw.jpg

dailymail

Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman  mendapat  hadiah senapan mesin berlapis emas dari senator Pakistan setelah sepakat berinvestasi dengan nilai $ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun. Mohammed bin Salman menerima  Heckler & Koch MP5K berlapis emas tadi dari Ketua Senat Sadiq Sanjrani ketika  berkunjung, Senin lalu. Delegasi senat mendatangi apartemen Bin Salman di Islamabad untuk menyerahkan langsung senjata.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (20/2/2019) kunjungan dilakukan Bin Salman  di tengah kemarahan dunia Barat atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang  membuat pangeran muda itu mencari dukungan untuk menopang kekuasaannya. Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Arif Alvi dan Perdana Menteri Imran Khan menyerahkan penghargaan kehormatan tertinggi Pakistan  Nishan-e-Pakistan (Orde Pakistan).

Disambut Perdana Menteri Imran Khan.

Penyambutan militer tingkat tinggi.

Dihadiahi senapan mesin berlapis mesin.

Bin Salman mendapat  pengawalan jet tempur saat tiba di Pakistan pada Minggu malam dan disambut  hangat Perdana Menteri Imran Khan. Dikenal luas dengan panggilan MBS, pangeran berusia 33 tahun itu tengah dalam  kunjungan tingkat tinggi ke tiga negara, lima bulan setelah mendapat tekanan internasional menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

MBS menandatangani transaksi investasi dengan Islamabad dan berjanji  membebaskan ribuan tahanan Pakistan dari tahanan Saudi. Bin Salman akan menuju  India untuk bertemu  Perdana Menteri Narendra Modi, disusul dengan perjalanan menuju Cina. Islamabad sendiri menghadapi krisis neraca pembayaran serius dan berharap kesepakatan besar yang ditandatangani pada kunjungan dua hari  dalam bentuk tujuh perjanjian terpisah dan nota kesepahaman ini akan meningkatkan perekonomian. 

Menerima penghargaan kehormatan tertinggi Pakistan  Nishan-e-Pakistan (Orde Pakistan)

Investasi serius.

Terkait kasus Khashoggi, setelah awalnya menyangkal mengetahui sesuatu tentang hilangnya jurnalis Saudi tersebut akhirnya pihak  kerajaan mengakui Khashoggi tewas di tangan sebuah tim yang membunuhnya di dalam konsulat. Namun ditegaskan jika putra mahkota sama sekali tak terlibat.
Analis politik menyebut  tur MBS kali ini   bagian dari upaya poros Teluk untuk meningkatkan peran di Asia sebagai pasar minyak yang sedang tumbuh,  sekaligus menunjukkan pada dunia Barat jika MBS bukan sosok yang terisolasi dari panggung internasional.

Di luar itu pekan lalu Pakistan  dituduh Iran menyembunyikan gerilyawan yang melakukan serangan yang menewaskan 27 Pengawal Revolusi. Komandan Garda Revolusi Iran juga berjanji untuk membuat Pakistan membayarnya. Tetapi Islamabad mendapat dukungan dari Jubeir yang menyebut Teheran sebagai "sponsor utama terorisme" dalam  konferensi pers pada  hari Senin.

Ikut menyambut Presiden Arif Alvi.

Pakistan dan Arab Saudi telah menjalin aliansi lama sejak republik Islam tersebut berdiri. Namun Islamabad juga  berusaha mempertahankan hubungan yang baik  dengan tetangga yang juga musuh regional Arab Saudi, Iran. Jubeir juga menyebut Riyadh terus berpartisipasi bersama Washington untuk pembicaraan damai di Afghanistan.

Pekan lalu Taliban mengumumkan mereka akan menghadiri pembicaraan di Islamabad dengan AS dan Pakistan yang dijadwalkan bertepatan dengan kunjungan putra mahkota Saudi. Namun baik Washington maupun Pakistan tidak mengonfirmasi perundingan ini. 

Dibayangi kasus Khashoggi.

Apalagi sehari sebelumnya Taliban Minggu mengumumkan pihaknya menunda rencana tadi dengan alasan para gerilyawan  tidak dapat melakukan perjalanan karena masuk daftar hitam AS dan PBB. Negosiator Taliban baru-baru ini mengunjungi Rusia, Qatar, dan UEA. Pembicaraan baru akan diadakan antara AS dan para militan di Doha pada 25 Februari mendatang.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR