Gagahi dan Mutilasi Bocah 12 Tahun, Yaman Tembak Mati Dua Paedofil di Depan Publik

Dunia

Selasa, 12 Februari 2019 | 12:06 WIB

190211164658-perko.jpg

dailymail

Warning: Graphic Pictures

Yaman mengeksekusi dua pria karena menculik, memerkosa, dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dengan menembak mereka di depan umum. Eksekusi dilakukan di Kota Aden pertengahan minggu lalu.

Dikutip dari DailyMail, Senin (11/2/2019), Wadah Refat (28) dan Mohamed Khaled (31) memerkosa dan membunuh seorang anak lelaki bernama Mohamed Saad pada Mei tahun lalu. Ratusan orang berkumpul di kota pelabuhan Aden, Kamis lalu untuk menyaksikan keduanya ditembak mati di depan kerumunan warga. 

Eye for an eye: Seorang dokter setempat melakukan pemeriksaan terakhir sebelum eksekusi dilakukan. 

Korban tengah bermain di sebelah rumah  salah satu dari pelaku ketika tiba-tiba didatangi dua pria dewasa. Keduanya kemudian menyeretnya ke rumah dan menggagahinya.

"Setelah pemerkosaan, mereka tidak bisa membungkam tangisan anak itu yang memohon bantuan, jadi salah satu dari mereka mengambil pisau dan menggorok lehernya." Demikian rilis dokumen pengadilan seperti dilaporkan El Mundo.

Selain Wadah dan Khaled, seorang perempuan  berusia 33 tahun juga  dijatuhi hukuman mati karena membantu memotong-motong tubuh bocah malang tadi.

Face of a killer: Refat (28).

Dokter Salah Mohamed Hussein, direktur Unit Forensik  memberikan air minum kepada Khaled sebelum eksekusi.

Warga merangsek ke garis batas saksi dan memfilmkan eksekusi dengan  ponsel.

Detik-detik akhir kedua pelaku.

Ratusan orang berkumpul di lokasi eksekusi di kota pelabuhan Yaman untuk menyaksikan kedua pelaku pemerkosaan dan pembunuhan ditembak mati. Eksekusi sempat ditunda karena perempuan yang tak disebutkan namanya ini hamil.

Hingga kini Yaman menjadi salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi per kapita di dunia. Hukuman tembak mati menjadi metode yang paling umum dilakukan. Hukum syariah Islam diterapkan di Yaman dan sejumlah kejahatan dapat dihukum mati, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan terorisme.





Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR