Paus Fransiskus Terima Penghargaan Persaudaraan Manusia

Dunia

Kamis, 7 Februari 2019 | 21:01 WIB

190207210634-paus-.jpg

liputan6.com

PAUS Fransiskus dan Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb menerima penghargaan pada manusia dari Uni Emirat Arab, kata Atase Media Kedutaan Besar UAE di Jakarta Abdullah Ubaid Al Kaabi.

"Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum memberikan penghargaan 'Persaudaraan Manusia' untuk pertama kali kepada Paus Gereja Katolik Paus Fransiskus dan Syaikh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb," ujar Abdullah Ubaid Al Kaabi di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Kunjungan Paus Fransiskus ke UEA Mempromosikan Perdamaian dan Toleransi

Penghargaan ini disampaikan dalam upacara penandatanganan dokumen yang diadakan di Abu Dhabi Zayed Foundation pada Senin (4/2) dalam rangka peluncuran "Human Fraternity Award" dari Zayed House.

Penghargaan itu akan diberikan setiap tahun kepada tokoh dan lembaga yang telah memberikan kontribusi besar dalam upaya untuk mendekatkan sesama manusia. Sheikh Mohammed bin Rashid bersama Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UAE, Sheikh Mohammed bin Zayed, menyaksikan penandatanganan dokumen persaudaraan manusia yang dilakukan Paus Fransiskus dan Sheikh Al-Azhar dengan tujuan meningkatkan hubungan manusia dan membangun jembatan komunikasi, harmoni, dan cinta kasih di antara seluruh anggota masyarakat. "Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum merasa terhormat untuk memberikan penghargaan untuk pertama kalinya kepada Yang Mulia Paus Fransiskus dari Gereja Katolik dan Imam Besar Syaikhul Azhar Dr. Ahmed Al-Tayeb atas upaya mereka dalam menyebarkan perdamaian di dunia," ujar dia.

Baca Juga: Imam Besar Al-Azhar Serukan Ummat Islam Rangkul Komunitas Kristiani

Selain itu, ia mengatakan Presiden UAE Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan menekankan bahwa persaudaraan umat manusia ini adalah tanda urgensi memupuk pluralisme dan dialog di antara para pengikut agama di semua masyarakat.

Penghargaan yang diberikan untuk pertama kali kepada Syaikhul Al-Azhar dan Paus Fransiskus menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh keduanya dalam membela sikap moderat dan penolakan terhadap sikap berlebih-lebihan dan ekstremisme.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR