Rusia Kembangkan Sistem Rudal Baru untuk Hadapi AS Sebelum 2021

Dunia

Rabu, 6 Februari 2019 | 20:08 WIB

190206201153-rusia.jpg

okezone.com

RUSIA akan berlomba untuk mengembangkan dua sistem peluncuran rudal berbasis darat baru sebelum 2021 sebagai respons atas rencana keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian pengendalian senjata. Hal itu disampaikan Pemerintah Rusia pada Rabu (6/2/2019).

Akhir pekan lalu, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah menangguhkan Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF) yang melarang Washington dan Moskow untuk menempatkan rudal berbasis darat jarak dekat dan menengah di Eropa. Kedua belah pihak saling tuduh telah melakukan pelanggaran perjanjian dan Putin mengatakan bahwa Rusia telah bertindak setelah AS mengumumkan akan menarik diri dari pakta tersebut.

Baca Juga: Drone Bawah Air Rusia Berkecepatan 200 Km/Jam

Diwartakan Reuters yang dirilis okezone.com, Rabu (6/2/2019), Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu pada Selasa telah memerintahkan untuk memulai pekerjaan untuk pengembangan sistem rudal baru. Shoigu mengatakan bahwa dia ingin pekerjaan tersebut selesai pada tahun depan sehingga sistem rudal baru itu akan siap pada 2021.

"Dari 2 Februari, AS menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian INF," kata Shoigu pada pertemuan para kepala pertahanan.

“Pada saat yang sama mereka secara aktif bekerja untuk membuat rudal darat dengan jangkauan lebih dari 500 km yang berada di luar batas perjanjian. Presiden Putin telah memberi tugas pada kementerian pertahanan untuk mengambil langkah-langkah simetris. ”

Baca Juga: Rusia Lengkapi Armada Laut dengan Senjata Optik 5P-42 Filin, Musuh Bisa Muntah-muntah dan Gila

Moskow membantah telah melanggar perjanjian yang ditandatangani pada 1987 itu. Rusia menuding AS sebagai pihak yang melanggarnya dan menuduh Washington menciptakan alasan palsu untuk keluar dari perjanjian yang ingin ditinggalkannya untuk mengembangkan rudal baru. AS membantah tudingan tersebut.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR