Bahayakan Keselamatan

Bikin Penasaran Gara-gara Aksi Viralnya, Inggris Terpaksa Pulangkan Anggota Pasukan Elite Ini

Dunia

Jumat, 18 Januari 2019 | 16:30 WIB

190118160253-bikin.jpg

dailymail

Inggris terpaksa menarik salah seorang anggota pasukan elite Special Air Service (SAS) yang tengah bertugas di Nairobi, Kenya gara-gara fotonya yang viral di media massa. Anggota dimaksud mendadak viral menyusul dokumentasi yang memperlihatkan perannya kala mengatasi aksi teroris di hotel yang menewaskan 21 orang. Tak hanya adu tembak, dia pun terlihat ikut mengevakuasi korban bahkan belakangan diketahui mengorkestrasi operasi penyelamatan korban.

Dikutip dari DailyMail kemarin, hanya sehari setelah wajahnya terpapar sekaligus mengundang pujian, Inggris akhirnya menarik anggota dimaksud demi alasan keamanan.  Anggota yang disebut veteran dengan berbagai pencapaian  di SAS  ini sebelumnya juga sangat aktif di Suriah dan terlibat dalam sejumlah operasi menghadapi ISIS.

Viral dan bikin penasaran.

Heroik.

Tak hanya adu tembak tapi juga mengevakuasi korban.

Not a drill.

Detail yang terungkap mengenai keterlibatannya dalam serangan teror di hotel mewah Kenya sendiri bak adegan film. Tengah tak bertugas dan berada di area publik,  mendengar aksi serangan teror, ia segera menuju mobil untuk mengenakan perlengkapan militer dan menuju lokasi sekaligus mengatur seluruh operasi.

Hasilnya aksi teror berhasil dihentikan. Berikutnya kisah heroik pasukan elite Inggris yang ikut menyerbu hotel dengan peralatan tempur meski hanya mengenakan jins kasual dan kemeja, langsung viral.

Seperti diketahui serangan teror lima pria bersejata Selasa lalu di sebuah hotel dan kompleks perkantoran di Nairobi menewaskan  21 orang, termasuk seorang warga Inggris yang tidak disebutkan namanya dan seorang pengusaha AS berusia 41 tahun.

Ternyata mengorkestrasi taktik serangan.

Jadi bahan "analisis".

Tengah bertugas di Kenya dan langsung ditarik.

Sebelumnya salah seorang dari mereka meledakkan bom mobil. Lebih dari 700 orang dievakuasi dari kompleks yang sama semalaman. Namun sekitar 50 orang yang diyakini berada di dalam gedung pada saat serangan masih belum ditemukan. Demikian keterangan Palang Merah Kenya. Tentara SAS Inggris yang dilaporkan tengah berada  di Nairobi untuk melatih Pasukan Khusus Kenya mendapat permintaan bantuan.

"Dan dia ada di sana untuk melatih dan membimbing pasukan Kenya ketika terdengar teriakan untuk masuk dan mereka pun masuk," ujar  seorang sumber kepada The Sun. “Pasukan Khusus Inggris selalu berlari ke arah suara tembakan. Dia menembakkan peluru selama operasi. Dipastikan sasaran tak meleset, SAS tidak pernah meleset. Tidak ada keraguan tindakannya ikut menyelamatkan nyawa. Dia  anggota lama Resimen." Dan kini siapa pun dia Inggris memilih menariknya demi keselamatan.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR