Sengketa Laut Cina Selatan

Kapal Penghancur Amerika Langgar Teritori, Cina Segera Mobilisasi Rudal Nuklir Supersonik DF26

Dunia

Jumat, 11 Januari 2019 | 15:00 WIB

190111103734-kapal.jpg

dailymail

Cina dilaporkan telah memobilisasi rudal nuklir supersonik DF-26 setelah sebuah kapal perusak AS awal pekan ini berlayar ke perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Dikutip dari DailyMail, Jumat (11/1/2019) Rudal jarak menengah hingga jarak panjang yang juga dikenal dengan  Dongfeng-26 ini mampu mencapai wilayah AS dan menenggelamkan kapal induk. Demikian laporan sebelumnya dari pemerintahan Beijing  terkait DF-26.

Mobilisasi sendiri berlangsung  setelah seorang pensiunan laksamana Angkatan Laut Cina  baru-baru ini mendesak Beijing untuk menenggelamkan dua kapal induk Amerika Serikat beserta sekitar 10.000 pelaut Amerika untuk mengintimidasi Washington di tengah ketegangan perang dagang dan perselisihan wilayah.

DF-26 dilaporkan mampu mencapai wilayah AS dan menenggelamkan kapal induk. Rudal ini turut dipamerkan dalam parade militer di Lapangan Tiananmen Beijing pada 2015.

Media resmi Beijing melaporkan rudal yang sama dapat mencapai Guam, yang masuk wilayah AS sekitar 2.000 mil dari pantai Cina.

DF-26 dijuluki media Cina, Guam Killer (Pembunuh Guam)  karena diklaim  mampu mencapai Guam, wilayah AS sekitar 2.000 mil jauhnya dari pantai Cina. Laporan People's Daily Online, rudal  dikembangkan dan dibangun sendiri oleh para insinyur Cina dan “diserahkan” pada divisi Pasukan Roket (Rocket Force) dari Tentara  Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army) sejak April tahun lalu.

Stasiun Televisi Pusat Cina juga mengklaim DF-26 mampu membawa hulu ledak nuklir dan menyerang target penting di darat dan kapal sedang hingga kapal besar di laut dengan presisi sempurna. Mereka juga  memuji rudal nuklir ini sebagai senjata terbaik Beijing melawan Amerika Serikat.



Klip  yang dirilis  Stasiun Televisi Pusat Cina menunjukkan tentara  Pasukan Roket bersiap untuk mengendarai truk pengangkut DF-26.



Tampak dekat truk pembawa DF-26 di Cina.

Outlet berita resmi Cina dalam sebuah laporan kemarin menyebut rudal balistik anti-kapal dengan  jangkauan jarak jauh ini  dimobilisasi ke dataran tinggi dan padang pasir di kawasan barat laut Cina. Sebuah video yang dirilis Stasiun Televisi Pusat hari ini juga menunjukkan tentara dari Pasukan Roket mengoperasikan rudal DF-26.

Mobilisasi ini dikatakan sebagai reaksi terhadap kapal AS yang melanggar wilayah Cina di Laut Cina Selatan pada hari Senin lalu. Cina mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait isu ini.  Senin lalu USS McCampbell, kapal  perusak rudal berpemandu Amerika, berlayar dalam jarak 12 mil laut dari Kepulauan Paracel, yang dikenal di Cina sebagai Kepulauan Xisha.



USS McCampbell, kapal  perusak rudal dilaporkan berlayar dalam jarak 12 mil laut dari Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan, Senin lalu hingga memicu reaksi keras dari Beijing. 

Kepulauan Paracel atau Kepulauan Xisha berada di bawah kendali  Beijing tetapi juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Cina juga mengklaim Taiwan sebagai bagian dari teritorinya.

Saat ini lebih dari 30 pulau di Laut Cina Selatan, termasuk Kepulauan Paracel dikendalikan oleh Cina, tetapi juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. China juga mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Tensi juga meningkat bulan lalu saat pensiunan laksamana Luo Yuan mendesak Beijing untuk memasukkan opsi menenggelamkan dua kapal induk Amerika yang dapat membunuh sekitar 10.000 tentara sebagai penyelesaian sengketa Lat Cina Selatan.

Putra  mantan pejabat ini mengklaim opsi tadi  bisa menjadi solusi yang baik dalam menyelesaikan perang dagang dan perselisihan di Laut Cina Selatan. Luo mengatakan  Cina harus menyerang Amerika Serikat di  titik terlemahnya dan menurutnya tak ada  yang lebih ditakuti Amerika selain jatuhnya korban jiwa.

Laksamana Luo.

Luo  juga dilaporkan mengatakan  bahwa Cina harus meningkatkan pengeluaran dalam  pengembangan senjata mematikan, seperti misil DF-21 dan DF-26. Rudal DF-21 Cina memiliki jarak tembak hingga 1.926 mil (3.100km) dan  dijuluki “pembunuh kapal induk”. Rudal ini berpotensi mampu menenggelamkan kapal induk kelas Nimitz A.S. dalam satu serangan.

Rudal DF-10 di sisi lain merupakan rudal jelajah jarak jauh berkinerja terbaik di dunia, demikian klaim lain situs berita Cina Sina.com. Sina menyebut  senjata seberat 990 pon (450kg) itu dapat mencapai jarak maksimum 1.242 mil (2.000 km). In real, rudal yang sama dapat mencapai Jepang dan Taiwan jika ditembakkan dari daratan Cina.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR