Proyek Tembok Perbatasan Takkan Disetujui, Donald Trump Gebrak Meja dan Walk Out

Dunia

Kamis, 10 Januari 2019 | 09:14 WIB

190110092040-proye.jpg

@realDonaldTrump

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, meninggalkan pertemuan dengan para petinggi Partai Demokrat saat negosiasi mengenai penutupan sejumlah lembaga pemerintahan tengah berlangsung.

Trump, sebagaimana dipaparkan Ketua Fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, bangkit berdiri dan pergi begitu saja ketika Ketua DPR, Nancy Pelosi, menyatakan tidak akan menyetujui pendanaan proyek tembok perbatasan.

Baca Juga: Trump Pidato Nasional, Bintang Porno Stormy Daniels Siaran Langsung Tandingan

Sebelumnya Trump berkeras bakal menyetujui rencana anggaran dana operasional untuk sejumlah lembaga pemerintahan jika mencakup anggaran dana US$5,7 miliar (Rp80,5 triliun) untuk membangun barikade baja.

"Dia bertanya kepada Ketua DPR, Pelosi, 'Apakah Anda akan menyetujui tembok saya?' Dia (Pelosi) berkata tidak."

"Dan dia (Trump) langsung berdiri dan berkata, 'Tiada yang perlu kita diskusikan'. Kemudian dia langsung berjalan keluar," papar Schumer seperti dirilis BBC Indonesia.

Baca Juga: Tiba dengan Kereta Lapis Baja, Temui Presiden Cina Kim Jong-un Bahas Strategi Jelang Bertemu Trump

"Lagi-lagi kita melihat tingkah merajuk karena dia tidak mendapat apa yang dia inginkan."

Schumer menambahkan, Trump sempat "menggebrak meja" sebelum keluar dari ruang rapat di Gedung Putih.

Ketua DPR Nancy Pelosi dan ketua fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, berbicara kepada para wartawan seusai bertemu dengan Presiden Trump.

Baca Juga: Hoaks Kesekian Ribu Kali, Semua Mantan Presiden AS Kompak Menyangkal Berikan Dukungan pada Trump

Namun, anggota Kongres dari Partai Republik, Steve Scalise, membantah. Menurutnya, tidak ada orang yang menggebrak meja saat itu.

Wakil Presiden, Mike Pence, menuturkan kepada para wartawan bahwa dirinya "kecewa" terhadap Partai Demokrat "yang tidak bersedia terlibat dalam negosiasi dengan iktikad baik".

Adapun Kevin McCarthy selaku ketua fraksi Republik di DPR, menyebut perilaku petinggi Partai Demokrat "memalukan".

Setelah pertemuan dengan Schumer dan Pelosi berlangsung, Trump menyebut tatap muka tersebut "benar-benar buang waktu".

Baca Juga: Trump dan Justin Sepakat Tekan Cina Soal Warga Kanada yang Ditahan

Dalam cuitannya, dia mengaku mengatakan "bye-bye" kepada kedua petinggi Demokrat itu.

Penutupan sebanyak sembilan lembaga pemerintahan AS telah berlangsung selama 19 hari. Akibatnya, sekitar 800.000 pegawai negeri sipil tidak digaji dan layanan di sembilan lembaga tersebut praktis dihentikan.

Di media sosial, sejumlah pegawai negeri membagikan cerita mereka yang sulit membayar tagihan dan kesulitan lainnya akibat penutupan lembaga pemerintah. Beberapa kini mempertimbangkan untuk mencari kerja lain agar keperluan sehari-hari bisa tercukupi.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan sebanyak 51% rakyat AS menyalahkan Presiden Trump atas penutupan lembaga pemerintahan. Namun, 77% pemilih Partai Republik mendukungnya atas proyek pembangunan tembok perbatasan.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR