181118172116-ini-t.jpg

dok/net

Ini Tanda-tanda Kebangkitan Terorisme di Filipina?

Dunia

Minggu, 18 November 2018 | 17:17 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PAKAR terorisme Filipina, Prof. Rommel Banlaoi mengatakan banyak militan dari luar Filipina datang ke Mindanao untuk bergabung dengan ISIS Asia Tenggara dan kelompok Abu Sayyaf yang bersembunyi di selatan Filipina. Mereka yang mendominasi berasal dari Indonesia dan Malaysia. Sisanya datang dari Arab Saudi, Turki, Maroko, Spanyol, Prancis, Tunisia, Irak, Somalia, Mesir, Yaman, Libya, Pakistan, China, dan Bangladesh.

"Mereka datang ke Mindanao untuk bergabung dengan ISIS dan kelompok-kelompok yang berhubungan. Sekitar 60 orang dari mereka berhasil diketahui, sedangkan 30 lainnya tidak terlacak," kata Banlaoi, sebagaimana dilansir The Defense Post, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga: Setahun Setelah Marawi, ISIS Kembali Bangkit di Filipina?

Banlaoi menyatakan sebagian dari para militan berhasil dicegat di bandara dan dideportasi. Sedangkan, sebagian lain lolos dan pergi ke Mindanao. Demi mengelabui aparat, mereka menyamar menjadi pengusaha, pelajar dan lain-lain.

Menurut Wakil Kepala Staf Intelijen Angkatan Bersenjata Filipina, Mayjen Fernando Trinidad para militan luar Filipina yang datang kebanyakan diberdayakan untuk melatih para calon teroris. Sebab, mereka dianggap berpengalaman di medan perang seperti Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Baca Juga: 5 Prajurit Tewas dalam Baku Tembak

Trinidad menyatakan mata-mata mereka berhasil mendeteksi 15 militan asal Indonesia dan Malaysia pada November tahun lalu, kemudian menuju Provinsi Sarangani yang menjadi basis kelompok Maute. Sedangkan 16 warga Indonesia lainnya dikabarkan menjadi pelatih kelompok ISEA dan Abu Sayyaf di Basilan dan Maute di Provinsi Lanao del Sur.

Peneliti terorisme dari Universitas Amerika, Munira Mustaffa menyatakan Mindanao masih memiliki daya tarik bagi para militan asing karena termotivasi untuk melakukan itu. Di samping itu, mereka bangga dan ingin menjadi bagian kelompok bersenjata.

Baca Juga: Sejumlah WNI Masih Bergabung ISIS Asia Tenggara di Filipina

"Pertempuran yang masih terjadi sampai hari ini di Mindanao membuat kesan itu adalah medan perang yang patut diperjuangkan, ketimbang berjuang di perkotaan Indonesia dan Malaysia," kata Mustaffa.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR