181114103733-erdog.jpg

dailymail

Dari Alat Kejut Jantung Hingga Perusak Sinyal, Turki Ungkap Hasil X-Ray Koper Tim Pembunuh Khashoggi

Dunia

Rabu, 14 November 2018 | 10:45 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Media Turki memublikasikan dokumentasi X-ray bandara yang mereka klaim sebagai bukti peralatan khusus yang dibawa tim  pembunuh bayaran Arab Saudi untuk menghabisi  jurnalis Jamal Khashoggi awal Oktober lalu. Dikutip dari DailyMail kemarin, foto-foto dari Bandara Ataturk, Istanbul, Turki menunjukkan jarum suntik, gunting dan staple-gun di bagasi tim yang terdiri atas 15 orang. Demikian klaim surat kabar pro-pemerintah Turki, Sabah.

Mereka juga menunjukkan pisau bedah, defibrillator (stimulator detak jantung  listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung), alat perusak  sinyal serta alat setrum. Foto-foto tadi didapat  ketika tim Saudi tersebut melewati pemeriksaan keamanan  terminal sebelum meninggalkan Turki. Disebutkan  Sabah, tak ada tanda-tanda bagian tubuh Khashoggi dalam catatan X-ray  bandara pada hari kematiannya,  meskipun tubuhnya masih dinyatakan hilang.

Dua jarum suntik dan sejumlah radio ikut terpindai.

Gunting dan perusak sinyal.

Barang yang ditemukan di dalam tas termasuk 10 telepon, lima radio dan interkom nirkabel, dua jarum suntik, dua defibrillator, satu jammer pemantauan teknis, tiga stapler dan alat pemotong yang mirip dengan pisau bedah. Defibrillator menunjukkan kemungkinan tim eksekusi ingin menjaga Khashoggi tetap hidup jika penyiksaan berlangsung terlalu jauh.

Rilis foto  X-ray memperkuat keyakinan para pejabat Turki bahwa pembunuhan Khashoggi  direncanakan dan diatur dari ibu kota Saudi Riyadh. Bukan interogasi  seperti yang diklaim Arab Saudi sebelumnya. Rilis menyusul pernyataan Pesiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut rekaman audio pembunuhan Jamal Khashoggi begitu “mengerikan”. 

Selain perusak sinyal, ada juga stapler dan alat setrum.

Dua di antara dua terduga tim pembunuh yang datang langsung dari Arab Saudi.

Sangat mengerikan sampai  seorang perwira intelijen Saudi yang terkejut mendengarkannya  mengatakan  si pembunuh pasti menggunakan heroin. Kepada wartawan dalam pesawat menuju Turki  dari kunjungan akhir pekan ke Prancis, Erdogan mengakui pihaknya membahas pembunuhan wartawan Saudi itu dengan para pemimpin AS, Prancis dan Jerman saat makan malam di Paris.

Khashoggi yang dikenal kritis terhadap penguasa de facto  Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman tewas di konsulat Istanbul di Arab Saudi bulan lalu dalam misi yang menurut Erdogan diperintahkan pihak-pihak “di tingkat tertinggi” pemerintah Saudi.

Pesiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Jamal Khashoggi.

“Kami memperdengarkan rekaman  pembunuhan pada semua  yang menginginkannya. Organisasi intelijen kami tidak menyembunyikan apa pun, termasuk pada Saudi, AS, Prancis, Kanada, Jerman, dan Inggris. Rekaman itu benar-benar mengerikan. Perwira intelijen Saudi yang mendengarkan rekaman dan  sangat terkejut menyebut hanya orang dalam pengaruh heroin yang akan melakukan ini," paparnya. Pembunuhan Khashoggi hingga kini masih memicu kemarahan global.

Erdogan mengatakan jelas pembunuhan  direncanakan dan perintah  datang dari otoritas tingkat atas  Saudi. Meski demikian   dia tidak yakin  hal semacam itu datang dari Raja Salman, yang  baginya “layak mendapat penghormatan tanpa batas”. “Putra mahkota (MBS) mengatakan, ‘Saya akan mengklarifikasi masalah ini, saya akan melakukan apa yang diperlukan '. Dan kami menunggu dengan sabar,” katanya.  Erdogan menambahkan  para pelaku pembunuhan  termasuk di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

Pangeran Mahkota Muhammed bin Salman.

"Harus diungkap siapa yang memberi mereka perintah  membunuh," tegasnya. Erdogan belum memberikan rincian mengenai isi rekaman tetapi dua sumber  mengatakan kepada Reuters,  Turki memiliki beberapa rekaman audio. Termasuk rekaman proses pembunuhan dan percakapan sebelum operasi yang kemudian diungkap Turki ini.

Dari rekaman pula pihak Ankara menyimpulkan sejak tahap awal  pembunuhan sudah direncanakan, meski Arab Saudi menyangkal terlibat ataupun mengetahuinya. Jaksa penuntut Arab Saudi Saud Al-Mojeb terakhir mengatakan pembunuhan Khashoggi  direncanakan, meskipun pejabat Saudi lainnya mengatakan Pangeran MBS  tidak tahu menahu tentang operasi khusus Khashoggi.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR