181108224346-manta.jpg

dokumen galamedianews.com

Mantan Staf CIA Sebut Arab Saudi Gunakan Spyware dari Israel Untuk Lacak Jamal Kashoggi

Dunia

Kamis, 8 November 2018 | 22:41 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

MANTAN staf di Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) Edward Snowden turut berkomentar terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober silam.

Menurut pria yang saat ini mendapat suaka dari Rusia itu, Arab Saudi menggunakan perangkat pengintai (Spyware) milik perusahaan Israel, NSO Group Technologies, untuk melacak keberadaan Khashoggi.

Dalam rekaman video yang diputar di sebuah konferensi di Israel, Snowden mulanya mengisahkan kembali niat kedatangan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul. Namun kemudian, ia menanyakan sumber informasi sehingga Riyadh memutuskan Khashoggi harus dibungkam.

"Saudi tahu ia akan datang ke Konsulat karena ada janji. Namun bagaimana diketahui perihal rencana dan niatannya itu. Bagaimana mereka (Saudi) bisa menyimpulkan bahwa Khashoggi adalah sosok yang perlu ditanya?" terang Snowden, seperti dikutip dari Haaretz, Kamis (8/11/2018).

Kemudian, ia membeberkan fakta tentang penyadapan yang dilakukan oleh salah seorang sahabat Khashoggi. Orang itu juga warga negara Saudi bernama Omar Abdulaziz, yang saat ini mendapat suaka dari Kanada.

"Kenyataannya adalah bahwa mereka (Saudi) menyadap salah satu dari beberapa teman dan kontaknya menggunakan perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan Israel," imbuh Snowden.

"Kita tidak tahu rantai konsekuensinya, karena perusahaan itu tidak akan pernah buka suara mengenai ini. Tapi ini adalah salah satu kisah utama yang tidak ditulis," tegasnya lagi.

Namun, seperti dilansir dari media Israel, Haaretz, pihak perusahaan NSO Israel membantah semua pernyataan dari Edward Snowden tersebut.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR