181014140105-terki.jpg

dailymail

Terkirim ke iCloud-iPhone dari Konsulat Saudi, Jamal Khashoggi Rekam Pembunuhannya dengan AppleWatch

Dunia

Minggu, 14 Oktober 2018 | 14:15 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Wartawan The Washington Post yang hilang sejak mendatangi Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober lalu, Jamal Khashoggi kini dilaporkan surat kabar setempat, Sabah merekam pembunuhan yang menimpanya. Dikutip dari DailyMail kemarin, Khashoggi disebut mengaktifkan setingan recording smart-watch Apple yang dikenakannya sebelum memasuki konsulat.     

Dalam laporan yang sama disebutkan, interogasi, penyiksaan hingga pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi seperti diklaim aparat Turki tak hanya direkam. Tapi juga dikirim ke kedua ponselnya dan iCloud, aplikasi sinkronisasi data iPhone. Dari sini pula kepolisian Turki merilis pernyataan yang menyebut Arab Saudi ada di balik hilangnya Khashoggi.

Jamal Khashoggi.

Aktifkan setingan recording.

Dilaporkan Sabah, para eksekutor pembunuhan Khashoggi mencoba meretas jam pintar Apple tadi dengan beberapa sandi. Namun karena gagal akhirnya mereka  menggunakan sidik jari Khashoggi untuk membuka kunci dan menghapus beberapa file.

Pasukan keamanan yang memimpin penyelidikan hilangnya Khashoggi kemudian menemukan file audio di telepon yang ditinggalkan kontributor yang mengasingkan diri di Amerika sejak 2017 itu. Ia meninggalkan perangkat komunikasi pada tunangannya, Hatice Chengiz.

Khashoggi terlihat memasuki konsulat.

Meski demikian menanggapi kabar terbaru ini, kepada CNN pihak Apple  menyebut membuka kunci Apple Watch menggunakan verifikasi sidik jari bukan merupakan fitur perangkat produk mereka.

Tidak jelas juga bagaimana file ditransfer dari jam ke perangkat telepon. Analis intelijen dan keamanan CNN, Robert Baer mengatakan, sangat tidak mungkin Khashoggi  menyiarkan sinyal  Apple Watch karena terlalu jauh untuk koneksi Bluetooth.

TKP.

“Saya pikir yang terjadi adalah jelas  konsulat Saudi berperekam dan memiliki pemancar. Turki tidak mempercayai para diplomat dan mereka ‘menginfiltrasi’  banyak kedutaan besar dan sebagian besar konsulat agar bisa  mendengar apa saja yang terjadi. Dan jika memang ada rekaman yang membuktikan Khashoggi   dibunuh, saya pikir begitu mungkin caranya bagaimana mereka tahu. Tetapi pihak Turki sangat enggan mengakui ini,” katanya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, Arab Saudi mungkin saja berada di balik hilangnya Khashoggi. Ia memperingatkan  Washington akan memberikan “hukuman berat” jika itu yang terjadi. Trump menyatakan ini dalam  program 60 Menit CBS, Kamis lalu. Sedangkan pihak Saudi hingga kini membantah keras tuduhan pembunuhan atas Khashoggi.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR