181008142036-belas.jpg

dailymail

Belasan Ribu Pejuang Perempuan Brigade Al-Quds Palestina Unjuk Kekuatan

Dunia

Senin, 8 Oktober 2018 | 14:30 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Belum lama ini para perempuan pejuang gerilya Palestina yang juga anggota Brigade Al-Quds memamerkan kekuatan dan skill mereka di Jalur Gaza. Dikutip dari DailyMail kemarin, Brigade Al-Quds merupakan kelompok bersenjata kedua terkuat di Jalur Gaza setelah Hamas sekaligus sayap militer organisasi Jihad Islam.  

Di Jalur Gaza, Brigade Al-Quds seringkali bertempur dengan serangan roket Qud di luar wilayah sipil berpenduduk. Para anggota perempuan dari kelompok ini  menjadi berita utama pada  Desember tahun lalu setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menanggapi keputusan tadi mereka membakar bendera AS dan bersumpah untuk menebus Palestina dengan “jiwa dan darah kami”. Dan kemarin mereka kembali menemui publik saat ambil bagian dalam latihan di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Berikut di antara dokumentasinya seperti dikutip dari DailyMail:

Para perempuan Brigade Al-Quds bersenjatakan  Kalashnikov dan siap beraksi selama latihan di Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza.

Di Jalur Gaza, Brigade Al-Quds sering bertempur dengan  roket. Selama latihan, mereka ikut memamerkan keterampilan tempur jarak dekat. 

Sebagai bagian dari latihan, para pejuang ini  melepaskan tembakan.

Khan Yunis terletak sekitar 8,5 km dari perbatasan Israel. Puluhan warga Palestina  tewas di tangan pasukan Israel saat berlangsung  protes di perbatasan Israel dan Jalur Gaza saat  peringatan 70 tahun pendirian Israel tahun ini.

Sebagai bagian pasukan tempur, para petempur perempuan tak jarang berkamuflase.

Brigade Al-Quds biasa menggunakan roket, tembakan mortir atau bom bunuh diri dalam serangan terhadap Israel.

Selain tembakan senapan, ledakan api ikut mewarnai latihan. Pertempuran terburuk dalam konflik Israel dan Gaza terjadi  pada tahun 2014. Hamas dan kelompok lainnya meluncurkan roket di kota-kota di jantung Israel. 

Bulan Mei tahun ini tembakan tank Israel di pos pengamatan Jihad Islam menewaskan tiga orang Palestina di Jalur Gaza. Brigade Al-Quds mengklaim dua dari mereka merupakan  anggotanya.

Desember tahun lalu, anggota perempuan Brigade Al-Quds dari Islam Jihad berkonvoi  melintasi Gaza memprotes pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pasukan berburka  dan berbandana bersiap  menembakkan senapan Kalashnikov.

Ketika Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel Desember tahun lalu, para pejuang wanita dari Brigade Al-Quds membakar bendera AS dan bersumpah “menebus Palestina dengan jiwa dan darah kami”.

Brigade Al-Quds termotivasi untuk pendirian negara Islan Palestina  yang berdaulat sesuai batas geografis pra-1948 Mandatory Palestine.

Para perempuan  Brigade Al-Quds  berbaris dengan senjata mereka disaksikan publik.

Hingga saat ini ada sekitar 12.000 anggota perempuan Brigade Al-Quds.




Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR