180810141513-gantu.jpg

dailymail

Balasan bagi Paedofil di Yemen, Lima Peluru di Jantung dan Digantung di Pusat Kota

Dunia

Jumat, 10 Agustus 2018 | 14:35 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Dokumentasi eksekusi pelaku paedofilia di Yemen menuai komentar netizen. Sebagian menyebutnya brutal sebagian lainnya lebih memprotes eksekusi yang dilakukan secara terbuka. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, tiga orang paedofil dieksekusi di depan publik akibat perbuatannya.

Mereka meregang nyawa di tangan eksekutor dengan vonis tembak mati. Lima peluru menembus bagian jantung para pelaku yang masing-masing mengembuskan napas terakhir dalam posisi tengkurap. Tak itu saja, usai eksekusi tubuh mereka di gantung di pusat kota terbesar, Sanaa.

Peringatan.

Di depan publik.

Otoritas setempat menyebut pelaku menggagahi bocah sepuluh tahun sebelum kemudian membunuh korban. Eksekusi dilakukan sebagai peringatan. Dari postingan yang kemudian ramai di media sosial, jasad para pelaku paedofilia itu digantung dengan alat berat masih dengan pakaian tahanan berwarna biru.

Dokumentasi didapat dari warga yang turut menyaksikan dan mengabadikannya dengan kamera ponsel. Yemen sendiri tercatat sudah beberapa kali mengeksekusi pelaku kejahatan berupa pembunuhan, pemerkosaan dan terorisme dengan eksekusi mati di depan publik.

Dieksekusi dalam posisi tengkurap.

Lima peluru.

Di bawah hukum syariah perzinahan, pelecehan seksual, sodomi, pelacuran, penghujatan dan kemurtadan juga berakhir dengan vonis yang sama. Selain tembak mati, hukum rajam, hukum gantung dan hukum pancung juga masih berlaku.

Saat ini ada sekitar 50 negara yang memberlakukan hukuman mati, termasuk Amerika Serikat. Selain Yemen, terakhir Arab Saudi juga mengeksekusi mati seorang pelaku pembunuhan. Pelaku yang berasal dari Myanmar dijatuhi hukum pancung dan sama seperti di Yemen, jasadnya dijadikan peringatan di pusat kota.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR