180710224824-pasca.jpg

voaindonesia

Penyelamatan korban kecelakaan kapal wisata di Pulau Phuket.

Pasca Kecelakaan Kapal Wisata, 100 Wisatawan Cina Batal ke Pulau Phuket

Dunia

Selasa, 10 Juli 2018 | 22:48 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

PASCA terjadinya kecelakaan kapal wisata, lebih dari 100 wisatawan Cina membatalkan perjalanan wisata ke Pulau Phuket, Thailand, demikian dilaporkan sejumlah media resmi setempat yang dirangkum Antara di Beijing, Selasa (10/7/2018).

Kecelakaan kapal wisata di Pulau Phuket yang menewaskan 41 wisatawan China, mendapat perhatian serius di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Kapal nahas tersebut mengangkut 78 turis Cina saat diterpa badai. Dari jumlah itu, sebanyak 41 orang tewas dan 37 lainnya selamat.

Ctrip, penyedia layanan daring perjalanan wisata terbesar di China, seperti dilansirkan Antaranews dari Global Times, menyatakan, lebih dari 100 turis Cina membatalkan wisata sehari ke Pulau Phuket, Minggu (8/7/2018).

Meskipun demikian, seorang pemandu wisata kepada harian yang dikelola oleh partai berkuasa di Cina itu menyatakan, sampai saat ini kunjungan wisata ke Thailand tidak terlalu terpengaruh oleh kecelakaan maut tersebut.

Sembilan unit kapal wisata di Phuket tetap beroperasi dengan mengangkut penumpang yang kebanyakan wisatawan dari Cina, Minggu (8/7/2018) pukul 08.00 waktu setempat, meskipun sudah ada peringatan waspada badai.

Pada Sabtu (7/7/2018), otoritas Thailand telah mengeluarkan peringatan bahaya badai dengan tinggi gelombang hingga mencapai 3 meter di perairan Laut Andaman.

Badai diperkirakan berlangsung pada Sabtu (7/7/2018) hingga Kamis (12/7/2018). Namun, beberapa kapal wisata tersebut tetap beroperasi dari Dermaga Chalong, Phuket.

"Kami sama sekali tidak takut. Kami mengenakan rompi keselamatan dengan benar saat kami naik kapal," kata seorang wisatawan kepada harian tersebut.

Tragedi Phuket memicu keprihatinan dari warganet di daratan Tiongkok, kata People's Daily.

Sejumlah warganet menuliskan pendapatnya di media sosial bahwa mereka tidak akan berwisata ke Thailand dan menyalahkan Pemerintah Thailand atas peristiwa tragis itu.

Banyak wisatawan yang hendak melakukan penyelaman di lepas pantai Pulau Phuket tidak dilayani dengan baik, seperti mesin kapal yang mengangkut mereka sering kali mati dan buru-buru diperbaiki ABK agar tetap bisa mengangkut penumpang, sebut salah satu harian terkemuka di Cina itu.

Kepada harian itu pula, seorang awak kapal mengungkapkan bahwa setiap hari beberapa kapal di Phuket diduga mengabaikan faktor keselamatan hanya untuk menghemat biaya.

Kedutaan Besar Cina di Thailand telah menangani 84 kasus kematian akibat kecelakaan pariwisata selama 2017.

Dari jumlah itu, sebanyak 61 kasus kematian terkait dengan tenggelamnya kapal wisata yang kebanyakan terjadi di perairan laut wilayah selatan Thailand, seperti Phuket.

Data resmi menunjukkan bahwa Thailand merupakan salah satu pilihan utama wisatawan asal Cina.

Pada 2017, tercatat 9,8 juta wisatawan Cina mengunjungi Thailand atau meningkat 12 persen dibandingkan pada 2016, kata Kantor Berita Xinhua.



Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR