180708081921-3-ang.jpg

iraqinews.com

3 Anggota IS Tewas Dalam Serangan Udara di Irak Timur

Dunia

Minggu, 8 Juli 2018 | 08:19 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

TIGA anggota IS tewas pada Sabtu (7/7) dalam serangan udara terhadap persembunyian IS di Provinsi Diyala di Irak Timur, kata beberapa keamanan provinsi Irak.

Pasukan gabungan militer dan polisi, yang didukung oleh helikopter bermeriam, menyerang satu persembunyian IS di Daerah Himreen, sehingga menewaskan tiga petempur IS setelah bentrokan, kata Let. Jend. Mezhir Al-Azzawi, Komandan pasukan keamanan yang bertanggung-jawab atas operasi militer di Diyala, kepada Xinhua.

Secara terpisahk seorang polisi tewas dan dua lagi cedera ketika gerilyawan IS menyerang satu pos pemeriksa keamanan di Daerah Susa di sebelah timur Ibu Kota Provinsi itu, Baquba, yang berada sekitar 65 kilometer di sebelah timur-laut Ibu Kota Irak, Baghdad, kata Mayor Alaa As-Saadi, dari Komando Operasi Diyala, kepada Xinhua.

Pada pagi hari yang sama, polisi mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi-- seorang polisi ditembak hingga tewas oleh seorang penembak gelap di pos pemeriksa keamanan di dekat Baquba, saat gerilyawan IS dilaporkan menyerang satu desa di bagian utara Provinsi Salahudin, yang berdekatan. Seorang warga desa tewas, seorang lagi diculik dan tiga cedera dalam peristiwa tersebut.

Semua peristiwa itu terjadi tiga hari setelah serangan besar dilancarkan oleh pasukan keamanan, yang didukung oleh pesawat tempur dan helikopter bermeriam, untuk memburu gerilyawan garis kerasa di daerah terjal di Provinsi Diyala dan Salahudin.

Pada 3 Juni, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Irak, berjanji akan memburu gerilyawan IS di seluruh Irak setelah serangan belum lama ini dan penculikan oleh kelompok radikal tersebut.

"Kami akan memburu sisa jaringan teror di kubu mereka. Kami akan membunuh mereka, dan kami akan memburu mereka di manapun juga, di pegunungan dan gurun," kata Al-Abadi.

Memburuknya situasi keamanan belakangan ini membuat Pemerintah Irak menghadapi kecaman karena kegagalan untuk menghentikan serangan yang berulang oleh gerilyawan fanatik terhadap pasukan keamanan dan warga sipil, serta penculikan puluhan orang di pos pemeriksaan palsu di jalan utara antara Baghdad dan Kirkuk.

Pada 9 Desember 2017, Al-Abadi secara resmi mengumumkan pembebasan penuh Irak dari IS. Namun, kelompok-kelompok kecil anggota IS sejak itu telah berkumpul kembali di daerah terjal, dan melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan serta warga sipil dari waktu ke waktu.

Sumber: ANTARA

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR