180707204148-donal.jpg

dok/net

Donald Trump Batalkan Latihan Militer AS-Korsel

Dunia

Sabtu, 7 Juli 2018 | 20:41 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

LATIHAN militer gabungan antara AS dengan Korea Selatan dibatalkan setelah Presiden AS Donald Trump "mengomel" tentang latihan militer yang sangat mahal dan diperkirakan akan menelan biaya sekitar US$14 juta.

Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat pemerintah AS pada Jumat (6/7/2018), seperti dilansir Reuters.

Bulan lalu, Pentagon mengumumkan penangguhan program latihan militer Freedom Guardian untuk mendukung Konferensi Tingkat Tinggi di Singapura antara Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Baca Juga: Donald Trump Ngomel-ngomel, Latihan Perang AS-Korsel Telan Biaya Rp200 miliar

Trump berulang kali menyebut soal penghematan biaya yang berujung dengan keputusannya untuk menghentikan "permainan perang" dalam konsesi dengan Kim pada 12 Juni 2018 saat membahas pelucutan senjata nuklir Pyongyang.

"Kita akan menghemat banyak uang dengan tidak melakukan permainan perang, selama kami bernegosiasi dengan itikad baik - yang merupakan sikap dari kedua belah pihak," ujar Trump melalui Twitter, bulan lalu.

Baca Juga: Hamas Tolak Keras Rencana Donald Trump Gelar "Kesepakatan Abad Ini

Pemerintahan Trump tidak secara rinci menjabarkan penggunaan biaya yang digunakan selama latihan militer gabungan tersebut. Hingga saat ini, Pentagon belum membocorkan total biaya dari beberapa latihan yang diadakan rutin setiap tahun oleh angkatan bersenjata AS dan Korea Selatan (Korsel)

Menghitung biaya latihan militer adalah proses yang rumit, seringkali membutuhkan data dari berbagai cabang militer dan tersebar di beberapa tahun anggaran yang berbeda.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Perang Dagang, Ini Langkah Awal yang Dilakukan Presiden Jokowi

Tahun lalu, 17.500 tentara AS dan lebih dari 50.000 tentara Korsel bergabung pada program latihan Freedom Guardian, meskipun latihan ini sebagian besar difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan.

Pasukan dari Australia, Kanada, Kolombia, Denmark, Selandia Baru, Belanda, dan Inggris juga turut berpartisipasi.

Label harga US$14 juta tidak seberapa jika dibandingkan dengan kontrak AS dengan Boeing Co. yang nilainya hampir US$24 juta untuk pengadaan dua kulkas penyimpan makanan di dalam Air Force One. Kontrak tersebut dikabarkan telah dibatalkan karena kemungkinan kedatangan unit baru Air Force One yang telah diperbaharui.

Baca Juga: Izinkan Demonstran Sambut Kunjungan Amerika dengan #TrumpBaby, Wali Kota London Picu Kekhawatiran

Militer AS memiliki anggaran sebesar hampir US$700 miliar pada 2018.

Para pejabat pemerintahan berpendapat bahwa membatalkan latihan gabungan tidak serta-merta menghemat uang dalam jumlah besar karena pasukan yang terlibat di dalamnya masih memerlukan pelatihan dan sertifikasi, yang juga menghabiskan uang.

Trump menyebut latihan gabungan itu mahal dan "provokatif", senada dengan kritik yang disampaikan Korut yang tidak digubris oleh pemerintahan AS sebelumnya.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Perang Dagang, Ini Tanggapan Mendag Enggartiasto Lukita

Para pejabat pemerintahan AS telah lama menekankan bahwa latihan militer dengan para mitra negara penting untuk kesiapan dan meyakinkan sekutu.

Keputusan Trump tentunya mengagetkan para sekutu AS, pejabat militer, hingga anggota parlemen Partai Republik.

Sumber: bisnis.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR