Tempat Pembantaian dan Dijuluki Pulau Kematian, Sejarah Kelam Tempat Pertemuan Trump dan Kim Jong-un

dailymail

Tempat Pembantaian dan Dijuluki Pulau Kematian, Sejarah Kelam Tempat Pertemuan Trump dan Kim Jong-un

Dunia

Minggu, 10 Juni 2018 | 11:51 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Sempat nyaris batal, hari Selasa (12 Juni 2018) ini akan menjadi momen historis bagi Presiden AS Donald Trump yang akan bertemu pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Pertemuan digelar di resort mewah yang berada di pulau kecil wilayah Singapura, yaitu Capella Hotel di Pulau Sentosa.

Berada di tengah hutan hujan dan dikenal dengan burung meraknya, hotel seluas 30 ekar ini memiliki 112 kamar yang tarif tertingginya mencapai $7.500 atau sekitar Rp 104 juta per malam. Dibangun pada 1880-an awalnya resort ini merupakan tempat tinggal pasukan kerajaan Inggris dan keluarganya.

Tahun 2009 setelah direstorasi dengan bantuan arsitek Inggris Norman Foster, resort yang juga biasa digunakan venue pernikahan ini disulap menjadi hotel berfasilitas bintang lima. Tempat ini juga mengoleksi ratusan karya seni 200 seniman dari 15 negara seperti pematung Prancis Bernar Venet dan Nikolas Weinstein. Capella Hotel juga dikenal berkat kulinernya yang mewah.

The entrance.

Pantainya ternyata menyimpan sejarah kelam.

Mengoleksi ratusan karya seni.

Banderol sarapan misalnya bisa mencapai $1,125 (Rp 15,8 juta), sedangkan makan siang lunch $1,875 (Rp 26 juta) dan makan malam $2,600 (Rp 36 juta). Tak hanya itu pulau ini juga menyediakan fasilitas lapangan golf. Dan menjelang pertemuan Trump dengan Kim Jong-un, pemerintah Singapura menutup kawasan wisata ini sejak tanggal 10 hingga 14 Juni nanti.

Tak itu saja, fakta lainnya pulau yang menjadi tempat pelesir bangsawan kaya ini juga ternyata memiliki sejarah kelam. Di tahun 1800-an Pulau Sentosa menjadi surga para pencoleng yang menyebutnya Pulau Blakang Mati. Reputasi yang kemudian semakin “gelap” saat pada Perang Dunia II, pulau ini menjadi titik pertempuran antara tentara Cina dan Jepang.

Berfasilitas bintang lima.

Tempatnya kuliner mahal.

Berfasilitas lapangan golf.

Pantai yang kini menjadi latar pemandangan hotel, dulunya tak lain ajang pembantaian di mana ratusan tahanan pasukan sekutu meregang nyawa di antara berondongan peluru. Mayat mereka selanjutnya dilempat ke lautan. Namun itu dulu, pascarestorasi Pulau Sentosa berubah wajah.

Dan meski hanya menjadi tempat bertemu karena Trump dan Kim Jong-un memilih menginap di Shangri-La Hotel dan St. Regis, tak urung fakta ini akan menjadi catatan tersendiri tak hanya bagi Pulau Sentosa tetapi juga Singapura.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR