180608133544-trump-berencana-undang-kim-jong-un-ke-gedung-putih.jpg

CNN Indonesia

Trump Berencana Undang Kim Jong-un ke Gedung Putih

Dunia

Jumat, 8 Juni 2018 | 13:35 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump berencana mengundang Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un untuk berkunjung ke Gedung Putih jika pertemuan mereka pada 12 Juni nanti di Singapura berjalan lancar.

"Tentu saja jika [pertemuan] berjalan lancar. Ini akan diterima sangat baik. Saya pikir dia [Kim Jong-un] akan menganggap itu hal baik jadi mungkin saja terjadi," ucap Trump saat ditanyai wartawan apakah dia akan mengundang Kim ke AS, Kamis (8/6/2018).

Baca Juga: Jika Pertemuan Dengan Kim Jong-un Tak Berjalan Baik, Donald Trump, "Saya Siap Untuk Keluar"

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa dia tak segan keluar dari pembicaraan jika dia merasa pertemuannya dengan Kim Jong-un tidak berjalan baik. Dia juga mengatakan akan meningkatkan sanksi terhadap Korut jika hasil pertemuan puncak nanti tidak sesuai dengan harapan.

"Saya benar-benar siap untuk keluar [dari pembicaraan]," katanya dalam jumpa pers usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Gedung Putih.

Baca Juga: Donald Trump Ringankan Hukuman Penyalahguna Narkoba

Trump juga memaparkan pertemuannya dengan Kim nanti bisa menghasilkan perjanjian damai untuk mengakhiri perang Korea 1950-1953 yang hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata.

Dia juga berharap bahwa dengan pertemuan nanti, hubungannya dengan Kim bisa berangsur membaik.

"Kami bisa menandatangani sebuah perjanjian sebagaimana kalian tahu itu akan menjadi langkah awal. Kami berupaya mengarah ke sana, kami akan membicarakan hal itu dengan beberapa pihak lain. [Perjanjian] mungkin bagian yang mudah. Bagian tersulit adalah setelah itu disepakati," ujar Trump.

Baca Juga: Jadi Sasaran Kritik Ramadan Tahun Lalu, Trump Akhirnya Gelar Bukber di Gedung Putih

Dalam kesempatan itu, Trump menuturkan bahwa persiapan pertemuan 12 Juni nanti sudah siap. Salah satu fokus utama pertemuannya dengan Kim adalah memastikan bahwa Korut bisa menuruti keinginan AS agar melucuti senjata nuklir secara menyeluruh dan bisa terverifikasi.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kembali menekankan niat AS untuk berdialog dengan Korut soal ini. Dia mengatakan Trump akan menolak perjanjian apapun yang tidak sesuai dengan "denuklirisasi menyeluruh dan dapat diverifikasi" di Semenanjung Korea.

Baca Juga: Telepon Justin Trundeau, Donald Trump Sebut Kanada Bakar Gedung Putih

"Presiden Trump menyimpan harapan [terhadap denuklirisasi]. Dia akan sangat teliti selama pertemuan puncak nanti," kata Pompeo seperti dikutip The Strait Times.

Namun, Pompeo juga menekankan bahwa AS akan menjamin keamanan Korut jika negara terisolasi itu memutuskan untuk melucuti senjata nuklir mereka. Sebab, selama ini Pyongyang menolak menyerahkan senjata nuklirnya yang dibuat sebagai alat pertahanan menghadapi ancaman AS.

"Presiden Trump siap memastikan Korut bebas dari senjata pemusnah massal dan menjamin keamanan negara itu," kata Pompeo.

Sumber: cnnindonesia.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR