180608131402-sansk-tanpa-henti-kepada-rusia-bisa-picu-perang-dunia-iii-ini-tanggapan-vladimir-putin.jpg

New York Post

Presiden Rusia Vladimir Putin

Sanksi Tanpa Henti Kepada Rusia Bisa Picu Perang Dunia III? Ini Tanggapan Vladimir Putin

Dunia

Jumat, 8 Juni 2018 | 13:14 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin membahas Perang Dunia III dan Piala Dunia dalam acara siaran langsung tahunannya, Kamis (7/6/2018). Putin memperingatkan bahwa konflik skala besar global akan 'mengakhiri peradaban'.

Selama acara yang berlangsung secara maraton 4 jam 26 menit, Putin itu menjawab berbagai pertanyaan dari warga Rusia.

Saat ditanya soal apakah sanksi 'tanpa henti' yang dikenakan terhadap Rusia bisa memicu Perang Dunia III, Putin menjawab dengan mengutip ucapan ilmuwan terkemuka Albert Elinstein. "Saya tidak tahu senjata apa yang digunakan pada Perang Dunia III, tapi Perang Dunia IV akan menggunakan tongkat dan batu."

Putin menegaskan negara manapun tidak boleh melindungi kepentingannya dengan konfrontasi. Menurut Putin, mereka yang memberi sanksi kepada Rusia mengganggap Rusia sebagai pesaing.

"Barat melihat perkembangan ekonomi Rusia sebagai ancaman, juga kesuksesan dalam kebijakan luar negeri," kata Putin.

Putin juga menolak tuduhan bahwa Rusia ikut campur tangan dalam pemilihan presiden AS tahun 2016. Putin menyebutnya sebagai 'lelucon'.

"Salah satu penerbit terkenal di Jerman menulis bahwa Presiden [Donald] Trump mendorong Eropa jatuh ke tangan Putin," katanya.

"Jika Anda menyatukannya dengan lelucon sebelumnya bahwa Rusia telah mempengaruhi pemilihan AS, semuanya kedengarannya cukup lucu: Kami diduga ikut campur dalam pemilihan presiden di AS dan Trump sebagai ucapan terima kasih telah memberi kami Eropa. Ini omong kosong. Seseorang hanya bisa menyebutnya sebagai lelucon."

Topik lain yang diangkat selama "Direct Line with Vladimir Putin" tahun ini antara lain perombakan pemerintah baru-baru ini, perpajakan, kenaikan harga gas, dan infrastruktur untuk Piala Dunia 2018 akan segera digelar.

Putin juga membahas kasus keracunan yang baru-baru ini menimpa agen ganda, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury, Inggris. Inggris telah menyalahkan Rusia atas serangan itu, yang dikatakan menggunakan Novichok, racun saraf buatan militer.

Putin sekali lagi membantah bahwa keterlibatan Moskow dalam insiden itu. "Jika zat racun buatan militer itu digunakan untuk melawan orang-orang ini, mereka akan mati di tempat dalam hitungan detik atau menit. Untungnya itu tidak terjadi. Itu berarti kita berurusan dengan sesuatu yang berbeda. "

Masalah kebijakan luar negeri lainnya yang dijawab Putin termasuk soal konflik di Suriah. Meski dia telah mengumumkan penarikan dari Suriah pada Desember 2017, Rusia tidak berencana untuk menarik pasukannya dari negara itu dalam waktu dekat.

Mengacu pada instalasi militer Rusia di Suriah, Putin menambahkan, "Itu hanya sementara, tetapi kami akan mempertahankannya selama diperlukan dan demi kepentingan ekonomi kami."

Dia juga kehadiran Rusia di Suriah telah memungkinkan militer Moskow untuk menguji beberapa persenjataannya yang lebih canggih. Suriah "telah membantu kami menyesuaikannya dengan kebutuhan medan perang," kata Putin.

Lembaga penyiaran Kremlin, RT, melaporkan sedikitnya 2,5 juta pertanyaan telah diajukan selama empat jam. Putin membatalkan pertemuan di studio yang biasa digelar tahunan, dan malah menerima pertanyaan video melalui layar monitor.

Putin juga memiliki koneksi video langsung dengan para gubernur dan menteri-menteri pemerintah, yang telah diberitahu untuk berada di meja mereka saat program dimulai pada pukul 5 pagi.

Sementara beberapa pengamat mengkritik acara tahunan tersebut telah disusun, Moskow menganggapnya sebagai peluang untuk mendengarkan berbagai keluhan dari rakyat Rusia.


Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR