Donald Trump Ringankan Hukuman Penyalahguna Narkoba

interfax.ru

Donald Trump Ringankan Hukuman Penyalahguna Narkoba

Dunia

Jumat, 8 Juni 2018 | 01:25 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meringankan hukuman seumur hidup Alice Marie Johnson, yang telah menjalani hukuman lebih dari 20 tahun penjara atas penyalahgunaan narkoba pertama kalinya.

Trump juga telah siap menggunakan kekuatan pengampunan konstitusionalnya untuk memberikan bantuan kepada puluhan penyalahguna lainnya, tambah sumber tersebut.

Baca Juga: Jadi Sasaran Kritik Ramadan Tahun Lalu, Trump Akhirnya Gelar Bukber di Gedung Putih

Kasus Johnson telah menjadi keprihatinan bagi selebriti Kim Kardashian West, yang secara pribadi melobi Trump atas namanya minggu lalu.

Seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui proses grasi mengatakan bahwa Trump terus memeriksa kasus-kasus orang yang dia yakini telah menjadi korban sistem peradilan pidana.

Trump pekan lalu mengampuni komentator konservatif dan pembuat film Dinesh D'Souza, yang dihukum karena membuat sumbangan kampanye ilegal, dan baru-baru ini memberikan grasi kepada mendiang petinju kelas berat Jack Johnson, mantan Sheriff Joe Arpaio yang kontroversial, dan Lewis "Scooter" Libby, mantan ajudan top hingga Dick Cheneyn yang kemudian menjadi Wakil Presiden Presiden masih mempertimbangkan untuk mengampuni pesohor gaya hidup Martha Stewart, yang dihukum dalam kasus perdagangan lewat orang dalam, dan meringankan hukuman mantan Gubernur Illinois Rod Blagojevich, saat ini menjalani hukuman 14 tahun penjara atas tuduhan korupsi, bersama dengan beberapa orang lainnya, menurut pejabat Gedung Putih.

Baca Juga: Telepon Justin Trundeau, Donald Trump Sebut Kanada Bakar Gedung Putih

Stewart dan Blagojevich, keduanya memiliki hubungan dengan mantan acara televisi "Apprentice" Trump, tetapi Gedung Putih telah membantah bahwa Trump hanya mempertimbangkan pengampunan untuk tokoh-tokoh terkenal dan bahwa ia sedang memeriksa beberapa kasus lain yang kurang terkenal.

"Dia melihat semua orang dengan serius," kata Hogan Gidley, seorang juru bicara Gedung Putih, kepada wartawan minggu lalu. "Dia memperlakukan mereka dengan serius karena itu berdampak pada kehidupan orang-orang," tambahnya.

Alice Marie Johnson, 63 tahun dari Tennessee, telah menjalani lebih dari 20 tahun penjara atas tuduhan konspirasi narkoba dan pencucian uang.

Sumber: ANTARA

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR