180516205731-palestina-tarik-perwakilan-di-washington.jpg

alaraby.co.uk

Palestina Tarik Perwakilan di Washington

Dunia

Rabu, 16 Mei 2018 | 20:57 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PRESIDEN Palestina, Mahmoud Abbas menarik utusan untuk Washington pada Selasa (15/5/2018). Demikian kata kepala perunding, Saeb Erekat.

Husam Zomlot, kepala perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, dalam perjalanan pulang, kata Erekat.

Keputusan itu menyusul pemindahan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, kata pernyataan kementerian luar negeri Palestina, yang disiarkan kantor berita resmi Wafa.

Amerika Serikat membuka kedutaannya di Yerusalem pada Senin dalam upacara dihadiri putri Presiden Donald Trump, Ivanka, dan menantu laki-lakinya, Jared Kushner. Langkah itu memenuhi janji Trump, yang pada Desember mengakui kota suci itu sebagai ibu kota Israel.

Keputusan tentang Yerusalem membuat marah rakyat Palestina, yang mengatakan Amerika Serikat tidak bisa lagi bertindak sebagai perantara yang jujur dalam proses perdamaian apa pun. Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara yang mereka harapkan untuk didirikan di Tepi Barat yang telah diduduki dan Jalur Gaza.

Unjuk rasa di perbatasan Gaza pada Senin berubah menjadi salah satu hari paling berdarah bagi warga Palestina dalam beberapa tahun terakhir setelah pasukan Israel menembak mati 58 pengunjuk rasa, demikian pejabat Kementerian Kesehatan Palestina. Israel mengatakan hal tersebut dilakukan untuk melindungi wilayahnya.

Erekat mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Riyad Al-Maliki menandatangani surat-surat pada Selasa untuk merujuk Israel kepada Mahkamah Pidana Internasional atas "kejahatan perang". Seorang penasihat menegaskan bahwa itu termasuk respons mematikan Israel terhadap protes di Gaza dan pembangunan pemukiman.

"Maliki menandatangani rujukan resmi ke Mahkamah Pidana Internasional, menyeru dewan kehakimannya dan jaksa Fatou Bensouda membuka penyelidikan terhadap pejabat Israel atas kejahatan perang terhadap rakyat kami," kata Erekat pada saluran televisi Palestina.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR