"Ide Konyol" Menteri Pertanian Rusia untuk Indonesia Ini Bikin Vladimir Putin Tak Bisa Menahan Tawa

dailymail

"Ide Konyol" Menteri Pertanian Rusia untuk Indonesia Ini Bikin Vladimir Putin Tak Bisa Menahan Tawa

Dunia

Jumat, 20 Oktober 2017 | 09:53 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

SEBUAH "ide konyol" membuat pertemuan Kementerian Pertanian Rusia diwarnai gelak tawa, termasuk Presiden Vladimir Putin yang sampai menutupi wajah saking tak bisa menyembunyikan tawanya. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, insiden yang melibatkan Indonesia itu terjadi pada  pertemuan yang digelar Jumat pekan lalu.

Saat itu, Menteri Pertanian Alexander Tkachov memberi paparan mengenai wacana ekspor daging babi guna menambah devisa seperti yang dilakukan Jerman. Ia merujuk pada Jerman yang mampu menghasilkan lima setengah juta ton daging babi dan tiga juga ton di antaranya menjadi produk ekspor. “Mereka mengekspornya ke berbagai negara, Cina, Indonesia, Jepang, Korea, dan lainnya,” katanya.

"Geli sendiri".

Saat itulah tawa Putin pecah. Ia tak bisa membayangkan jika sampai penduduk Indonesia mengonsumsi daging yang jelas-jelas haram bagi pemeluk Islam. “Indonesia negara muslim. Mereka tidak makan daging babi,” ujarnya di antara tawa. Tahu dirinya keliru memasukkan negara dengan mayoritas penduduk muslim, Tkachov berseloroh, “They will!” Komentar sang menteri semakin membuat Putin tertawa. “'No, they will not,” ujarnya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Baru kemudian diketahui jika yang dimaksud Tkachov adalah Korea Selatan.  

Di luar insiden tersebut pertemuan disebut berlangsung sukses. Bulan lalu media lokal Rusia melaporkan sektor pertanian tengah mengalami booming setelah  Cina dan Venezuela berencana meningkatkan impor gandum dari Rusia. Empat ribu ton gandum dikirim langsung ke Negeri Tirai Bambu dari Novosibirsk guna memenuhi permintaan perusahaan makanan raksasa setempat COFCO.

Tkachov ternyata salah ucap.

General Manager COFCO, Ma Lijun menyebut bersama para suppliers pihaknya berencana membahas pengembangan guna memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik di Cina. “Kami ingin mengetahui lebih banyak soal produksi dan kualitas gandum Rusia sebagai eprsiapan ekspansi ekspor,” katanya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR