Revitalisasi SMK Jadi Langkah Terbaik Siapkan SDM di Revolusi Industri 4.0

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:01 WIB

191023160331-revit.jpg

Disdik Jabar


REVITALISASI sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi langkah terbaik dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Pengembangan program revitalisasi SMK bisa diterapkan melalui peningkatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Daud Ahmad dalam seminar "Revitalisasi SMK Menjadi SMK Juara" yang berlangsung di Ballroom Hotel El Royale, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019). Menurutnya, fenomena yang terjadi di dunia saat ini tidak semata-mata berubah, melainkan telah terjadi disrupsi.

"Dimana masyarakat perlahan menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, beralih ke dunia maya. Sehingga, muncul beragam pekerjaan baru yang dahulu tak pernah terbayangkan," ujarnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Maka dari itu, lanjut Daud, pemerintah harus mampu menyiapkan generasi yang kompetitif, cerdas, berwawasan luas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Terlebih, melihat sumber daya manusia di Indonesia, khususnya Jawa Barat yang akan dipenuhi usia produktif dan generasi muda di masa depan.

"Peningkatan hard skill lebih ditekankan kepada lulusan SMK agar mereka bisa bersaing dan bekerja di dunia industri," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Riset Teknologi Tepat Guna Data Potensi Usaha, Kamar Dagang, dan Industri Indonesia (Kadin), Hadi mengatakan, revitalisasi pendidikan kejuruan di Indonesia terlebih dahulu harus melihat yang dibutuhkan oleh industri. "Seperti, memetakan peluang jurusan apa saja yag sekiranya lebih dibutuhkan oleh industri," ujarnya.

Hadi menyatakan, terdapat jurusan yang menjadi peluang bagi industri. Antara lain, kelautan, perikanan, teknologi, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Mengingat, Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang tersebut.

"Oleh karena itu, SMK harus segera bersinergi agar menghasilkan siswa berkualitas, termasuk mengembangkan guru produktif dalam pembelajaran," tambahnya.

Revitalisasi SMK 2020-2024

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Program Revitalisasi 2020-2024 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Arfah Laidian Razik mengatakan, selama ini program revitalisasi SMK yang dijalankan hanya menggunaka single treatment. Seperti, pembangunan ruang praktik siswa (RPS), pengadaan peralatan praktik atau hanya pelatihan pada beberapa guru sehingga permasalahan revitalisasi yang dihadapi di sekolah tidak tuntas/terselesaikan.

"Oleh sebab itu, untuk tahun 2020-2024, program revitalisasi SMK menggunakan pendekatan baru. Yakni, multiple treatmentsatau paket program revitalisasi SMK yang menjadi target revitalisasi, dimana lebih dari satu komponen kegiatan nantinya direncanakan pada school development plan (SDP) masing-masing sekolah. Sehingga, setiap sekolah akan memiliki treatment yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi," jelas Arfah.

Konsep revitalisasi SMK dalam mewujudkan visi Indonesia, tambahnya, harus dihubungkan dengan industri agar lulusannya bisa sesuai dengan kebutuhan. Adapun program dan kegiatan yang wajib diimplementasikan adalah renovasi bagunan dan rehabilitasi pendukung sekolah, pengadaan, dan revitalisasi peralatan praktik sesuai industri.

"Kemudian, perlu ada penyelarasan kurikulum dengan industri dan sertifikasi kompetensi siswa, pengembangan jejaring dunia usaha dan dunia industri serta mewirausahaan digital," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA