Jabar Delegasikan 6 Siswa dalam OPSI 2019

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:21 WIB

191022152334-jabar.jpeg


DIREKTUR Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Purwadi Sutanto resmi membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) ke-11 Tahun 2019 di The Sunan Hotel Solo, Jln. Ahmad Yani, No. 40, Surakarta, Rabu (16/10/2019). Sebanyak 201 peserta siap bersaing di ajang ini, dengan menampilkan 106 karya penelitian.

Tak ketinggalan, Provinsi Jawa Barat pun ikut serta dalam kompetisi tersebut. Finalis yang berhasil menjadi delegasi di bidang fisika terapan dan rekayasa (FTR) adalah Theonaldo Vincentius Androdi dan Marcellino Chris O’Vara dari SMAN 1 Kota Bogor, dengan judul penelitian Smart Universal Power Outlet sebagai Solusi Smart Home yang Modular dan Terintegerasi Internet of Things.

Sedangkan di bidang ilmu sosial dan humaniora diwakili Julpi Hardiansi dan Fahrian Alif Afwan asal SMAN 1 Cisarua, dengan judul Komparasi Taraf Proklastinasi bagi Siswa Jurusan MIPA dan IPS. Untuk tema Board Game Garuda (gamesejarah untuk anak muda) sebagai media pembelajaran sejarah, ada Dhafin Ghalib Luqman Hakim dan Muhammada Dzulfikar Andika Satriatama dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Sutanto pun menyambut gembira dan mengapresiasi antusiasme peserta yang terus meningkat. "Dari tahun ke tahun, peminat OPSI semakin banyak dan kualitas penelitiannya pun semakin baik. Ini indikasi bahwa budaya meneliti telah menyebar di kalangan siswa," tuturnya seperti dilansir disdik.jabarprov.go.id.

Ia mengatakan, Kemendikbud akan terus memfasilitasi seluruh bakat dan minat peserta didik, menyediakan wahana untuk memfasilitasi olah bakat dan potensi siswa, mulai dari olah pikir, olah rasa, olahraga, dan olah hati. Ia pun mengimbau siswa agar tidak minder dengan nilai UN yang rendah karena di balik itu masih ada bakat dan minat yang bisa diasah.

“Kalian adalah anak-anak yang memiliki bakat dan minat luar biasa, khususnya dalam talenta meneliti dan saya sangat bangga,” ungkapnya.

Purwadi pun meminta dewan juri untuk memberikan kritik dan saran kepada peserta terkait kekurangan penelitiannya. "Kritik ini akan menjadi bekal bagi peserta didik guna meningkatkan kompetensi, kreativitas, pemikiran yang kritis, kolaborasi, dan cakap dalam berkomunikasi," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA