Kepsek Harus Berikan Perubahan yang Baik bagi Sekolah

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:46 WIB

191022144551-kepse.jpg

Hj. Eli Siti Wasliah

KEPALA sekolah harus memberikan perubahan yang baik bagi sekolah. Prinsip ini dipegang teguh oleh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Bandung, Tatang Gunawan. Sehingga, ia selalu berusaha mengoptimalkan perannya agar mampu memberikan kontribusi bagi sekolah yang dipimpinnya.

"Tentu setiap kepala sekolah akan selalu menghadapi tantangan, seperti memaksimalkan sumber daya yang ada dan mengoptimalkan manajerial di sekolah," ujarnya, saat ditemui di sekolah, Jln. Soekarno-Hatta KM 10, Kota Bandung, Senin (21/10/2019).

Namun, alih-alih merasa berat dengan tanggung jawab yang diemban, Tatang merasa terpacu dan enjoy menjalaninya. Ini tak terlepas dari sifatnya yang memang rendah hati. "Saya selalu mencoba fleksibel dan humanis, tapi tetap punya prinsip dan sikap yang tegas," ungkap Kepala Sekolah Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.

Dengan pemilihan sikap seperti itu, ia merasa bisa membangun kerja sama tim yang luwes dan tidak kaku. "Kalau ada kesalahan misalnya, saya tidak akan main tegur, tapi langsung diajak komunikasi dan sama-sama mencari solusi. Itulah yang saya ciptakan sehingga semuanya enjoy," tuturnya dalam siaran persnya, Selasa (22/10/2019).

Strategi membangun

Meski baru dilantik sebagai Kepala SMKN 9 Bandung pada pertengahan tahun ini, namun ia sudah menyusun strategi untuk mengembangkan SMKN 9 Bandung agar lebih berkembang. Sebagai salah satu sekolah revitalisasi sekaligus sekolah percontohan di bidang kepariwisataan, Tatang mengaku memiliki tiga strategi utama. Yakni, mengoptimalkan jurusan perhotelan, mengembangkan penguasaan bahasa asing siswa, dan meningkatkan kualifikasi sertifikasi keahlian.

Ia menjelaskan, pengoptimalan jurusan akomodasi perhotelan sangat penting karena merupakan inti dari unit kerja kompetensi keahlian di bidang kepariwisataan. "Di perhotelan, kita bisa menemukan restoran, produk busana melalui butik, dan pelayanan kecantikan. Semua unit tersebut dapat diisi oleh siswa yang kompetensi keahliannya selaras," ujar Kepala Sekolah kelahiran Sukabumi, 27 Maret 1963 itu.

Jadi, lanjut Tatang, siswa jurusan tata boga, tata busana, perawatan kulit, dan rambut bisa ikut berkontribusi. Ini juga harus ditunjang dengan pengembangan sistem permagangan di industri.

Sedangkan bidang pengembangan penguasaan bahasa asing, tambahnya, diperlukan untuk membekali siswa dengan soft skills yang menunjang pekerjaannya saat terjun ke dunia industri. Sedangkan upaya sertifikasi akan dilakukan guna memberi legalitas bahwa siswa tersebut mampu dan kompeten di bidangnya.

"Di tingkat internasional, orang enggak hanya cukup bisa bilang saya mampu atau kompeten, tapi harus dibuktikan dengan sertifikasi keahlian," ujar Tatang yang mengawali karier di SMKN 12 Bandung.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA