SMAN 1 Bandung Evaluasi Sistem Penilaian e-Rapor

Dinas Pendidikan Jabar

Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:04 WIB

191018144216-sman-.jpg

ist

SEKOLAH Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Bandung mengevaluasi sistem penilaian e-rapor yang telah diterapkan selama 3 tahun. Sistem e-rapor ini merupakan aplikasi yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna memudahkan sekolah menginput nilai dan mengirim nilai peserta didik secara daring.

Staf Humas SMAN 1 Kota Bandung, Ahmad Mujidin mengatakan, pada awal pelaksanaan e-rapor, sekolah masih mengalami banyak kesulitan, seperti penggunaan aplikasi dan penyesuaian dari perubahan yang dilakukan oleh direktorat serta guru yang belum memahami mastery learning.

"Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah pun segera menggelar workshop, pelatihan, dan in house training (IHT) bagi guru," ujar Ahmad saat diwawancarai, Jumat (18/10/2019).

Sehingga, lanjut Ahmad, memasuki tahun kedua dan ketiga, sistem penilaian ini sudah berjalan lancar. Bahkan, e-rapor menjadi acuan para guru dan orang tua dalam membantu pihak sekolah untuk mendidik anaknya meraih nilai sempurna.

"Orang tua pun bisa memantau perkembangan nilai anaknya di sekolah. Karena, e-rapor mencatat semua pencapaian kompetensi siswa, seperti kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi hingga catatan wali kelas," tuturnya.

Ahmad menyatakan, SMAN 1 Kota Bandung mendukung program pemerintah melalui pemberlakuan e-rapor ini. Namun, sistem ini masih sedikit diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. "Karena, tergantung kesiapan dan kemampuan sekolah. Alhamdulilah, sekolah kami sudah memenuhi syarat tersebut," ucap Ahmad.

Bahkan, tambahnya, SMAN 1 Kota Bandung tengah merencanakan dan mendiskusikan penerapan nilai e- rapor untuk sistem akselerasi atau sistem paket satuan kredit semester (SKS). "Masih kami diskusikan karena sistem paket SKS juga baru akan diterapkan. Kami berharap, langkah ini bisa mengoptimalkan pelayanan dan kecepatan mastery learning," harapnya seperti dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Saat ini, menurut Ahmad, surat keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah diperoleh. Pihak sekolah pun tengah mengajukan ke Kemendikbud untuk mendapatkan persetujuan e- rapor sistem SKS.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA