Guru Harus Libatkan Teknologi dalam Pembelajaran

Dinas Pendidikan Jabar

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:43 WIB

191018143800-guru-.jpg

ist

SETIAP generasi memiliki cara tersendiri untuk menjalani kehidupan. Tak terkecuali generasi Z. Generasi yang lahir di rentang tahun 1995 hingga 2010 itu, tak bisa lepas dari penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang pendidikan. Sehingga, harus ada inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah melalui tenaga pendidik dengan melibatkan teknologi.

"Perbedaan antara generasi Z dan generasi sebelumnya, yakni masuknya teknologi. Untuk pembelajaran, kita harus sepakat bahwa penggunaan teknologi enggak boleh dilarang karena itu enggak efektif. Yang ada, guru harus lebih terbuka dan mau belajar memanfaatkan teknologi," tutur Founder Mata Ilmu, Vicky T. Oktrya, dalam kegiatan Class Series 2019 - Komunitas Guru Masagi yang digelar di Command Center Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Kamis (17/10/2019). Kegiatan ini tak kurang diikuti oleh 20 guru dan siswa yang berasal dari berbagai daerah di Jabar.

Vicky menjelaskan, setelah guru menguasai teknologi, langkah selanjutnya yakni menyusun kegiatan belajar mengajar dengan melibatkan teknologi agar bisa lebih aplikatif. Upaya tersebut bisa dimulai dengan hal yang paling sederhana.

"Contoh kecilnya sesederhana grup Whatsapp. Saya kira, semua sudah lihai menggunakannya. Guru bisa membuat grup Whatsapp dengan siswa, kemudian mengadakan diskusi. Bisa juga sharing bahan bacaan bagi siswa," ujarnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Setelah hal-hal sederhana itu dilakukan, lanjutnya, guru bisa lebih meng-explore(menjelajahi) inovasi pembelajaran lainnya yang melibatkan teknologi, seperti game interaktif atau aplikasi pembelajaran lainnya. "Di kelas juga tadi saya kenalkan game interaktif, seperti Kahoot dan Quiziz untuk memantik guru bahwa jika dicari, inovasi itu ada," jelasnya.

Namun, tambah Vicky, selain penguasaan teknologi, ada hal lain yang lebih penting dan harus disadari oleh guru, yakni bagaimana cara menilai siswa. "Sekarang sudah saatnya untuk menilai proses pembelajaran anak, bukan menilai hasilnya. Jangan sampai gara-gara hasil ulangan jelek, anak dicap bodoh atau gagal. Guru hari ini harus bisa menilai proses, misalnya menilai keaktifan bertanya siswa di kelas," tutupnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA