Persiapan Matang, Kunci Sukses Ikuti Kompetisi

Dinas Pendidikan Jabar

Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:44 WIB

191017152622-persi.jpg

ist


MAN jadda wa jadda. Kalimat tersebut betul-betul diyakini oleh Kepala Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Berkat persiapan yang matang, sekolah yang terletak di Jln. Kolonel Masturi No. 64 Kabupaten Bandung Barat ini, tak pernah absen mengikuti lomba yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tepatnya di ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) serta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

Yang paling hangat, pada FIKSI 2019, dua rencana bisnis siswa SMAN 1 Cisarua lolos ke tingkat nasional. Bahkan, satu rancangan bisnis yang digagas Fathiya Fatimah Azzahra dan Azhari Oktavina Wijaya berhasil meraih medali emas di kategori rancangan bisnis bidang budi daya dan lintas usaha.

Sedangkan di ajang OPSI, Julpi Hardiansyah dan Fahrian Alif Afwan lolos sebagai finalis. Penelitian berjudul "Komparasi Taraf Prokrastinasi Siswa Jurusan MIPA dan IPS di Jenjang SMA" itu, berhasil mengantarkan mereka mengikuti pameran OPSI di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Persiapan Dini

Kepala SMAN 1 Cisarua, Tuti Kurniawati menegaskan, prestasi tersebut tak lepas dari persiapan jauh-jauh hari yang dilakukan sekolah. Setiap tahun, pihaknya sudah memetakan seluruh perlombaan yang akan diadakan Kemendikbud. "Jadi, waktu mendekati lomba kita langsung running, tidak dadakan. Sehingga, kita punya persiapan maksimal," ucapnya, Kamis (17/10/2019).

Terlebih dalam persiapan FIKSI, menurut Tuti, ajang tersebut membutuhkan persiapan panjang karena menciptakan produk. "Kita mulai dari pengembangan ide, proses pembuatan produk/jasa hingga uji publik kualitas produk. Enggak semua produk langsung berhasil, ada beberapa yang gagal dan kita hapus. Otomatis banyak waktu dan biaya yang dikorbankan," ungkapnya.

Namun, bagi Kepala Sekolah kelahiran Tasikmalaya, 25 Februari 1971 ini, hal tersebut sebagai upaya untuk menghasilkan produk terbaik. Selain mempersiapkan produk, sekolah juga mengimbau siswa untuk menguasai public speaking sebagai penunjang presentasi yang akan mereka lakukan di depan juri. Terlebih, para siswa harus mempresentasikan karyanya dalam bahasa Inggris.

"Kita mewajibkan mereka belajar bahasa Inggris sehari dua jam dengan pembimbing khusus," ucap Tuti yang mengawali karier sebagai guru di SMAN 1 Panjalu, Kabupaten Ciamis dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Dengan persiapan matang tersebut, sekolah pun tak kesulitan mencari bibit penerus prestasi kakak kelasnya. "Karena mereka dikembangkan melalui ekstrakurikuler (ekskul) student company, jadi siswa baru sebagai peserta selanjutnya. Sedangkan kakak kelasnya menjadi mentor," jelasnya.

Peran Ekskul dan Kolaborasi dengan Pihak Ketiga

Tuti menjelaskan, pengembangan siswa melalui student company sangat membantu proses inovasi kewirausahaan siswa. "Tak hanya wirasuaha, tapi juga ada penelitian ilmiah. Karena ada proposal wirausaha dan penelitian ilmiah sehingga bisa mengikuti FIKSI dan OPSI," tuturnya.

Selain itu, perkembangan siswa melalui ekskul student company pun dibantu pihak ketiga, yakni Corporate Social Responsibility (CSR) Citibank Indonesia. Namun, bantuan yang diberikan tidak berbentuk material, namun fokus pada pelatihan. "Fokus pada pengembangan kewirausahaan melalui pendampingan, juga melatih siswa agar menjadi socialpreneur, menciptakan produk, dan bagaimana cara menganalisis usaha," ujarnya.

Setali tiga uang, setiap tahun, perusahaan perbankan tersebut rutin menggelar lomba kewirausahaan dan penelitian ilmiah bagi siswa, dengan konsep yang sama persis dengan FIKSI dan OPSI. "Sehingga, mereka sudah terbiasa. Jadi, wajar jika mereka lebih unggul karena sudah digojlok selama setahun," ungkap Tuti yang juga pernah menjadi Kepala SMAN 1 Batujajar itu.

Tuti menegaskan, salah satu visi yang ingin ia wujudkan sebagai kepala sekolah, yakni membekali siswa dengan soft skills/keterampilan. Agar setelah lulus, mereka bisa mandiri. "Meskipun sebagian besar lulusan SMA akan melanjutkan kuliah, bekal keterampilan ini diharapkan membuat mereka mandiri secara finansial," harapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA