Siswa SMKN 9 Kota Bandung Juara Kreasi Busana Muslim di Makassar

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:46 WIB

191016154700-siswa.jpg


DUA siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Kota Bandung berhasil mengharumkan nama Jawa Barat dengan meraih peringkat 2 Kreasi Busana Muslim pada Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional IX Tahun 2019 di Makasar, pekan lalu. Kedua siswa membanggakan tersebut adalah Arvin Keisan Tavianto dan Mega Novianty.

Siswa yang duduk dibangku kelas XII jurusan busana ini, menyesuaikan kemampuan dan bakatnya masing-masing dalam kompetisi. Arvin bertindak sebagai perancang busana, sedangkan Mega berperan menjadi model.

Kerja sama yang baik dan apik menjadi kunci kemenangan mereka. Memang tidak mudah memadukan sekaligus menyisipkan unsur-unsur kebudayaan Jawa Barat pada busana muslim agar elok dipandang. Namun, kreativitas Arvin yang melukiskan wayang dan motif Mega Mendung menambah kemewahan pada gaun rancangannya.

“Mega Mendung adalah salah satu motif batik khas Jawa Barat yang paling dikenal oleh masyarakat. Motif ini menganggambarkan hati manusia yang diharapkan bisa tetap adem meskipun dalam keadaan marah. Seperti awan yang muncul saat cuaca mendung, menyejukkan,” ujar Alvin, Rabu (16/10/2019).

Tak hanya itu, Alvin juga mengangkat kisah wayang dalam konsep busana muslim yang dirancangnya. Ide tersebut untuk memperlihatkan betapa beragamnya budaya di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Motif Mega Mendung dan wayang disatukan pada satu gaun.

“Uniknya lagi, pada layer gaun tersebut terdapat beberapa kejutan. Model disulap seakan-akan menggunakan 3 gaun, namun kejutan akan terlihat saat model membuka layer gaun,” ujarnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id

Melihat siswanya berhasil membawa Jawa Barat menjadi juara, Guru Pembimbing Arvi dan Mega, Nina Suherlina mengaku sangat bangga. Nina mengungkapkan, Alvin memang punya bakat luar biasa dalam mengkreasikan busana. “Terlebih, ia hobi menata busana, merias, dan melukis gaun/kostum,” ungkap Nina.

Sedangkan Nina menilai, Mega sosok anak pendiam. Sebagai sahabat Alvin, akhirnya Nina memutuskan memasangkan keduanya dalam perlombaan ini. Nina pun merasa kagum dengan kerja sama yang mereka bangun.

“Kerja sama yang baik akan melahirkan hasil yang baik pula. Ini adalah hasil kekompakan kedua anak kebanggaan kami,” ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA