Strategi Peningkatan UN Dengan Revitalisasi Ekosistem Lingkungan Sekolah

Dinas Pendidikan Jabar

Jumat, 11 Oktober 2019 | 17:48 WIB

191011174854-strat.jpg

ist

KEPALA Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dengan meningkatkan nilai UN. Demikian disampaikan Kadisdik dalam acara "Strategi Peningkatan Nilai Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA Negeri dan Swasta Kota Cirebon", di SMAN 2 Cirebon, Jln. Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (10/10/2019) lalu.

Menurut Kadisdik, banyak strategi yang dilakukan, di antaranya dengan merevitalisasi ekosistem di lingkungan sekolah. Yakni, bagaimana membangun komunikasi yang baik antara guru dengan murid, komunikasi kepada sesama guru, termasuk kepala sekolah untuk mengevaluasi nilai hasil ujian nasional (NHUN) serta keberpihakan pada penguatan para guru dan keterlibatan perguruan tinggi.

"Melihat masih banyak guru yang belum tersertifikasi, para guru mata pelajaran coba untuk berkompetisi agar NHUN-nya naik. Terlebih, digitalisasi pendidikan telah mengubah secara fundamental dunia pendidikan. Dimana, kelas bukan satya tempat belajar, tetapi dunia virtual telah menjadi kampus baru," papar Kadisdik seperti yang dikutip laman disdik.jabarprov.go.id.

Jawa Barat, tambahnya, di masa depan akan bergantung pada sumber daya manusia (SDM). Harus segera ada pergerakan guna mengubah diri dan persepsi keberhasilan sekolah. "Bukan hanya diukur dari pintarnya guru dan sekolah yang terakreditasi, namun pada kualitas lulusannya," tegasnya.

Kini, lanjut Kadisdik, fungsi guru harus bergeser ke arah yang berlainan. Guru yang sebelumnya sebagai sumber belajar atau pengetahuan, berubah menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreatif, berkarakter, dan menjadi teamwork di masa depan.

"Guru sukses adalah guru yang mengajarkan nilai-nilai etika, budaya, kebijaksanaan, pengalaman hingga empati sosial karena mesin tidak bisa mengajarkan itu," tegasnya.

Menurut Kadisdik, guru harus siap menghadapi perubahan tersebut. "Di sinilah pentingnya revitalisasi ilmu pendidikan dan guru adalah inti dari pengembangan bidang studi kependidikan. Guru bukan hanya bertugas mengajar, tapi juga mengelola belajar siswa. Selain itu, guru pun dituntut mengubah cara mengajar agar lebih fleksibel, kreatif, dan menyenangkan agar bisa melahirkan sumber daya manusia pembelajar sepanjang hayat," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA