Aji Pangestu Bawa Jabar Raih Peringkat Harapan II LKSN ABK 2019

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 8 Oktober 2019 | 17:39 WIB

191008135627-aji-p.jpg

ist

WAKIL Jawa Barat (Jabar), Aji Pangestu berhasil meraih peringkat harapan II dalam Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Hotel Harris, Jalan Peta No. 241 Kota Bandung, Jumat (4/10/2019) lalu.

Siswa SLB Bina Karya Kabupaten Cirebon ini menampilkan konsep tatar Sunda, kacirebonan dengan menghadirkan batik Mega Mendung, ornamen topeng Cirebon, dan gentong khas Cirebon. Tidak lupa, ia juga menyertakan ikon Jawa Barat, Gedung Sate.

Aji yang masih duduk di bangku kelas XII ini, mengikuti lomba kategori hantaran dengan  memanfaatkan pelepah pisang. Ia ingin membuktikan bahwa sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar memiliki nilai jual. Termasuk pelepah pisang, limbah tanaman pisang yang paling banyak dibuang sehingga perlu ada alternatif pengelolaan limbah secara tepat.

Pelepah pisang yang memiliki kandungan serat tinggi dimanfaatkan Aji untuk bahan dasar pembuatan baki hantaran pengantin walaupun membutuhkan proses pembuatan cukup lama.

“Agar pelepah pisang kering, dibutuhkan waktu selama dua hari,” ujarnya seperto yang dilansir disdik.jabarprov.go.id.

Aji mengaku, membuat hantaran ini dibutuhkan konsentrasi, ketelitian, dan kesabaran yang tinggi. Oleh karena itu, ia harus belajar mengolah pelepah pisang ini mulai dari mengeringkan, menganyam hingga menyusun hantaran. Proses pembuatan pun membutuhkan waktu yang cukup panjang hingga memakan waktu 2 bulan.

Sementara itu, Latifah, guru pembimbing Aji mengatakan, hantaran identik dengan pernikahan, yakni seserahan yang secara khusus diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita.

"Maka, kami mencoba mengangkat tema kacirebonan dengan menghadirkan ornamen-ornamen pernikahan berkonsep tatar Sunda," ucapnya.

Latifah mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai Aji. “Aji anak yang pintar. Walaupun mengidap tunarungu permanen, namun Aji pantang menyerah dan mudah menangkap konsep. Oleh karena itu, sekolah selalu memotivasinya agar terus semangat sekolah dan belajar,” ungkapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA