"Jajar Pang Hareup", Tekad Perempuan Berjuang Melawan Penjajah

Dinas Pendidikan Jabar

Kamis, 19 September 2019 | 20:25 WIB

190919202604--jaja.jpg

disdik jabar

PERJUANGAN melawan penjajah di Nusantara tidak hanya dilakukan oleh laki-laki pribumi, tapi juga diikuti kaum perempuan. Meski dengan senjata seadanya, kaum perempuan di Nusantara dengan gagah berani mengusir para penjajah.

Pesan itulah yang coba disampaikan Aisha Azalia Rachmat, Banyu Bening Luhpermataku, Alexsa ledistira, Mona Raissa Yusmizhalianty, dan Ataya Nasywa Mumtaz pada festival tari tradisional Jawa Barat, dalam Festival Lomba dan Seni Siswa (FLS2N) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Nasional 2019 di Hotel Atria, Jln. Gading Serpong Boulevard, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/9/2019).

Sesuai nama tariannya, "Jajar Pang Hareup", kelima siswi SMPN 4 Bogor itu menari bak prajurit yang sedang bertempur. Gerakannya tegas dan lugas, namun tetap memancarkan keindahan.

Pelatih tari kontingen Jawa Barat, Neni Suryani mengatakan, tema tarian tersebut mengedepankan emansipasi wanita yang posisinya bisa sejajar dengan laki-laki, khususnya dalam sejarah melawan penjajah. Selain itu, tarian Jajar Pang Hareup selaras dengan visi yang dibangun Jabar. "Artinya, prajurit wanita juga harus di depan. Sama seperti visi Jabar, yakni Jabar Juara," ungkap Neni saat ditemui, Kamis (19/9/2019).

Salah satu keunggulan anak didiknya itu, menurut Neni, mudah menyerap teknik gerakan yang baru saja diberikan. "Teknik gerakannya dapet banget. Apa yang saya ingin (tarian yang ditampilkan, red) mereka pasti bisa," tutur pengajar tari di Sanggar Citra Budaya tersebut.

Salah seorang peserta, Ataya Nasywa Mumtaz mengaku bangga karena berhasil mewakili Jabar di tingkat nasional. "Lega banget udah tampil dan ngerasa plong. Kalau untuk hasil, kita serahin sama Yang di Atas," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA