LDKS SMAN 4 Bandung Jadi Ajang Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Jiwa Kepemimpinan

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 17 September 2019 | 17:22 WIB

190917171336-ldks-.jpg

ist

GUNA meningkatkan wawasan kebangsaaan dan jiwa kepemimpinan pada siswa, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung menggandeng Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) menggelar latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) yang digelar pada 17 - 19 September 2019 di Yudha Wastu Pramuka Pussenif, Jln. Supratman No. 66-70, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019).

Sebanyak 384 siswa yang mengikuti kegiatan ini, diwajibkan mematuhi semua aturan selama  mengikuti LDKS. Yakni disiplin, tepat waktu, dan mematuhi tata krama, termasuk tidak diizinkan membawa gadget selama 3 hari.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengatakan, siswa merupakan generasi penerus bangsa. "Oleh karena itu, kita harus mendidiknya dengan baik, memberikannya pendidikan terbaik guna menyiapkan mereka menuju masa depan yang gemilang sehingga mampu menjadi tonggak kemajuan bangsa," ujar Kadisdik.

Program LDKS, lanjutnya, menjadi ajang pencetak generasi muda yang berkarakter. "Ini menjadi tolok ukur peningkatan sumber daya peserta guna mendalami serta memahami konsep atau dasar-dasar sebuah organisasi di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, tambah Kadisdik, LDKS juga bertujuan menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan bagi siswa.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Bandung, Rina Patriani mengatakan, program ini rutin digelar setiap tahun. Pihak sekolah berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan intelektual, keterampilan, dan karakter siswa.

“Sekolah menyerahkan kegiatan ini kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD)  untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan peserta didik kami. Kami sebagai guru tetap memantau. Ini sudah terlihat saat pembukaan tadi, anak-anak mematuhi semua perintah,” ungkapnya.

Pembelajaran mengenai wawasan kebangsaan secara teori, lanjut Rina, tetap diberikan selama satu hari. Kemudian, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan outdoor, seperti latihan baris-berbaris, upacara, dan melatih mental siswa melalui kegiatan di luar. Bahkan, siswa menginap di barak TNI dan di hari terakhir keberanian peserta akan diuji melalui kegiatan jurit malam di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung.

“Mental, kedisiplinan, pendidikan karakter, sopan santun, etika, dan wawasan kebangsaan siswa bukan sekadar teori, tetapi bisa diimplementasikan di sekolah. Sebenarnya ini telah dibuktikan oleh kakak kelas mereka sebelumnya,” tutur Rina.

Letnan Kolonel (Letkol) Kodri menyatakan, anggotanya siap memberikan pengarahan dan pembelajaran kepada siswa selama LDKS. “Kami mencoba menanamkan jiwa kostrad dan menyatukan latar belakang perbedaan siswa hingga menjadi satu dalam kegiatan ini,” ujar Kodri.

Menurutnya, kegiatan LDKS akan memberikan manfaat bagi sekolah karena bisa mengharumkan nama sekolah jika ada siswa yang memiliki jiwa kepimpinan dan berwawasan kebangsaan yang luas.

"Tak hanya itu, TNI AD juga menanamkan pada diri siswa agar ilmu yang sudah mereka dapatkan dari kegiatan ini bisa diimplementasikan di sekolah," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA