Bambu Angklung Neskar Khas Karawang

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 4 September 2019 | 19:49 WIB

190904194013-bambu.jpg

ist

MELESTARIKAN dan mempertahankan budaya daerah merupakan tugas mulia. Karena, tanpa disadari kesenian daerah di era ini semakin tergerus perkembangan teknologi. Melihat fenomena ini, Guru Pembina Bambu Angklung Negeri Satu Karawang (BANeskar), Muhamad Busron berupaya terus melatih anak didiknya untuk belajar alat musik tradisional angklung.

"Awalnya, saya menjelaskan kepada pihak sekolah mengenai perlunya pembelajaran yang bisa menyeimbangkan otak kanan dan kiri siswa, yaitu dengan bermain musik. Nah, di tanah Sunda kita punya angklung maka kita ambil angklung untuk belajar bermain musik," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (4/9/2019).

Tidak melewati waktu panjang, pada 2016 berdirilah BANeskar dan disambut antusias luar biasa dari para siswa. Sehingga, dibentuklah ekstrakurikuler angklung dengan jumlah sekitar 100 anggota.

Dalam pelaksanaannya, BANeskar menggelar latihan rutin 3 kali seminggu. Lagu-lagu yang dibawakan pun beragam, mulai dari lagu tradisional hingga modern.

"Kita sering tampil di banyak even. Oleh karena itu, kita perlu usaha maksimal mempersembahkan performance terbaik. Walaupun berasal dari sekolah kejuruan, tapi bukan penghalang kita memberikan permainan terbaik," tambahnya.

Bahkan, BANeskar kerap tampil dalam kegiatan pemerintahan Jawa Barat. Mulai dari penyambutan para pejabat pemerintahan, kementerian hingga tamu dari luar negeri

Tak sedikit prestasi yang diraih grup ini. Antara lain, juara 2 Epitec di Pengandaran, juara 2 Festival Budaya Jawa Barat, menjadi tamu kehormatan di Kegiatan Gelar Senja Gubernur Jawa Barat, dan menjadi model pembelajaran angklung di Universitas China.

"Saat itu, saya menjadi duta budaya dan mengajarkan bermain angklung. Sedangkan anak-anak  memperkenalkan permainan angklungnya. Tentu saja kami mendapat apresiasi luar biasa, apalagi melihat latar belakang kami dari SMK," tutur Busron.

Ciri khas permainan BANeskar, lanjutnya, adalah rapi, aransemen dan notasi jelas serta para pemain yang ekspresif, juga didukung instrumen dari penari dan penyanyi. Tak ketinggalan, lagu khas "Goyang Karawang" selalu disajikan pada setiap penampilan.

"Kami juga membawakan lagu-lagu nusantara beserta tariannya. Anak-anak juga tidak menemui kesulitan, mereka cepat memahami dan mudah mengikutinya," katanya.

Atas berbagai prestasi yang diraih BANsekar, pihak sekolah pun memberikan apresiasi luar biasa. "Mulai dari pemberian sarana, fasilitas hingga diperlakukan spesial. Karena, kami ikut membangun citra baik sekolah," ungkapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA