Siswa Mampu Lestarikan Budaya Daerah

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 4 September 2019 | 19:34 WIB

190904193452-siswa.jpg

ist

PERCEPATAN arus globalisasi tak lantas menghilangkan minat dan bakat siswa untuk mendalami kesenian budaya yang mengakar di suatu daerah. Dengan ketekunan dan sadar akan pentingnya melestarikan budaya, siswa sebagai generasi penerus bangsa mampu menjaga keutuhan budaya daerahnya.

Hal tersebut disampaikan seniman Jawa Barat, Ida Rosida Koswara. Ida adalah seniman kawih Sunda yang merupakan putri Mang Koko, seniman Sunda yang terkenal dengan kawih cipataannya yang sampai saat ini masih dikenal masyarakat Jawa Barat.

“Mungkin memang susah karena sekarang ada arus globalisasi, namun bukan berarti enggak bisa dilestarikan. Dengan tekun belajar dan ditunjang kegiatan ekstrakurikuler kesenian di sekolah, bisa menumbuhkan gairah siswa untuk belajar seni Sunda,” tuturnya, saat ditemui di Grand Hotel Lembang, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/9/2019).

Sebagai salah satu dewan juri Pasanggiri Kesenian Sunda Jenjang SMA Tahun 2019, Ida mengaku senang karena banyak siswa Jabar yang menguasai kesenian Sunda, khususnya di bidang pupuh buhun. “Kualitas suara mereka bagus. Mereka juga menguasi notasi-notasinya,” ungkap Ketua Yayasan Cangkurileng itu.

Selain kualitas suara, lanjut Ida, ada juga beberapa kriteria penilaian yang diterapkan di mata lomba pupuh buhun, yakni ekspresi, improvisasi, dan vibrasi. “Dari seluruh penampilan, mereka sangat layak mengikuti pasanggiri tingkat Jabar ini,” ujarnya.

Salah seorang peserta mata lomba pupuh buhun, Nurul Fadilah mengatakan, ajang pasanggiri kesenian Sunda ini merupakan upayanya untuk melestarikan budaya Sunda. “Kita kan anak muda, kalau bukan kita yang melestarikan budaya Sunda, ya siapa lagi,” ucap siswa SMAN 6 Tasikmalaya tersebut.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA