Sebanyak 108 Siswa SMK Ikuti SEAMEO Smart School 4.0

Dinas Pendidikan Jabar

Senin, 2 September 2019 | 17:40 WIB

190902174030-seban.jpg

SEBANYAK 108 siswa pilihan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Bandung mengikuti Pembukaan Orientasi Program The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Smart School 4.0. Mereka berasal dari (SMKN) 1 Bandung, SMKN 3 Bandung, dan SMKN 11 Bandung.

Masa pengenalan ini dilakukan selama dua hari, mulai 2 - 3 September 2019. Dalam kegiatan tersebut, siswa akan diajak berkenalan dengan teknologi virtual dan kemajuan revolusi.

SEAMEO merupakan organisasi yang berupaya meningkatkan kemampuan sumber daya serta mengeksplor potensi tertinggi masyarakat regional dengan melakukan berbagai program dan proyek yang ditujukan bagi pengembangan kapasitas manusia di Asia Tenggara. Termasuk menciptakan kehidupan yang lebih berkualitas, organisasi ini terlibat memajukan dan menyetarakan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengatakan, kegiatan orientasi ini kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat SEAMEO dan berbagai tantangan yang akan dihadapi ke depannya. Perlu diketahui, Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kaum muda. "Untuk bisa bertahan dan berkembang di dunia yang begitu ekstrem, kompetitif, dan berbahaya ini maka kemampuan mengenai kemajuan zaman harus ditambah dan diperluas," ujar Kadisdik saat membuka acara di Aula SEAMEO, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Senin (2/9/2019).

Kadisdik melanjutkan, SEAMEO berperan penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Hal itu terlihat dari tujuannya menciptakan kehidupan yang lebih berkualitas, akses terhadap pendidikan yang sama rata, edukasi pendidikan yang bersifat preventif, kebudayaan dan tradisi, teknologi informasi dan komunikasi, bahasa, pengentasan kemiskinan serta pertanian dan sumber daya alam.

"Maka dari itu, usai orientasi ini siswa diharapkan bisa berpikir cerdas dengan mengaplikasikan tindakan yang positif. Seperti tidak terpengaruh perbedaan, berita palsu, dan berbagai hal yang bisa merusak persatuan," imbaunya.

Salah seorang delegasi yang juga siswa SMKN 11 Bandung, Miftah Faisal mengaku senang bisa terpilih mengikuti pelatihan selama dua hari mengenai teknologi canggih yang disediakan SEAMEO. "Saya sebagai siswa tentu sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Mengingat zaman sekarang tidak ada kehidupan yang tak luput dari teknologi," ujarnya.

Faisal mengatakan, Indonesia beruntung bisa menjadi negara bagian yang bergabung dalam SEAMEO. Sehingga, para pemudanya bisa turut belajar tentang perkembangan pendidikan dan teknologi dari negara Asia Tenggara lainnya.

SEAMEO adalah lembaga antarpemerintah yang mencakup wilayah regional Asia Tenggara dan didirikan pada 1965 atas kesepakatan antara pemerintah negara-negara Asia Tenggara dalam rangka mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA