Duta Bahasa Jabar Ajak Generasi Muda Mencintai Bahasa

Dinas Pendidikan Jabar

Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:02 WIB

190822135252-duta-.jpg

TAHUN ini, Balai Bahasa Jawa Barat kembali menggelar Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat Tahun 2019. Pemilihan duta bahasa ini bertujuan mencari bibit-bibit muda yang dapat mengajak masyarakat agar terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, daerah, dan asing secara proporsional.

Duta Bahasa Pelajar 2019 Bidang Media, Akbar Selamat mengatakan, di Jawa Barat terdapat tiga bahasa, yakni bahasa daerah (Sunda), bahasa Kecirebonan, dan bahasa Melayu-Betawi. Namun, menurutnya, sangat disayangkan ketiga bahasa ini sudah jarang digunakan. “Melalui ajang ini, diharapkan kami sebagai generasi muda bisa kembali melestarikan bahasa daerah (Jawa Barat),” ujarnya, saat diwawancarai di ruang kerja Humas Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019).

Akbar menegaskan, bahasa merupakan identitas bangsa. Apabila bahasa menghilang maka akan menghilang juga identitas bangsa tersebut. Menjadi duta bahasa yang diamanahi mengemban tugas seumur hidup, tentu harus bisa menegakkan tagline "Bahasa Indonesia itu Wajib, Bahasa Daerah itu Pasti, Bahasa Asing itu Perlu".

“Kita harus menggunakan bahasa secara proporsional dalam keseharian. Kita juga mesti mengurangi pencampuran bahasa serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” ujar mahasiswa School Bussiness Management Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Sementara itu, Duta Bahasa Pelajar 2018 Bidang Eksternal, Fahrein Rachel Latisha dan Annisa Wardhani Putri menyampaikan, para duta bahasa diberikan kesempatan mengikuti berbagai program yang berkaitan dengan literasi. Salah satunya, program literasi di beberapa daerah di Jawa Barat. Antara lain, pada 2017 digelar di daerah Cidadap, Cijengkol (2018) serta Cimenyan, Kabupaten Bandung (2019).

“Kita mengajarkan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing kepada anak-anak di sana selama 10 pekan. Dengan pembagian pembahasan bahasa setiap pekannya. Dengan metode ini, diharapkan mereka bisa mengerti dan mengenal bahasa dengan baik,” ujar Fachrein.

Selain melalui program tersebut, lanjutnya, sosialisasi bahasa juga dilakukan di media sosial/Instagram milik Duta Bahasa Jawa Barat, yaitu @Dubasjabar. "Kami sebagai duta bahasa pun ikut terlibat dalam kegiatan Balai Bahasa dan gerakan Cinta Bahasa Indonesia," ucap Annisa, mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran ini.

Pendaftaran Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2019 dibuka mulai 22 Juli hingga 25 Agustus 2019. Dilanjutkan pengumuman 150 finalis yang akan bersaing pada tahap selanjutnya. Kemudian, tes uji kemahiran bahasa Indonesia dan membuat esai dalam 3 bahasa dengan waktu 90 menit, akan digelar pada 5 September 2019.

Usai melewati tahapan tersebut, sebanyak 40 finalis akan mengikuti pembekalan pada 12 - 13 September 2019. Pada malam bakat, para peserta diizinkan menampilkan talentanya. Untuk sesi tanya jawab, dilaksanakan pada 14 September 2019 dan malam final digelar 16 September 2019.

Adapun kriteria yang harus dimiliki calon peserta, yakni pelajar SMA/SMK/MA di Provinsi Jawa Barat, menguasai bahasa Indonesia, bahasa daerah di Jawa Barat, dan minimal satu bahasa asing. Selain itu, peserta dituntut memiliki kepribadian baik dan mempunyai keterampilan atau menguasai kesenian Jawa Barat.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA